Tuesday, November 17, 2020

Apa Pengertian TKK dan SKK?


Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus, Pengertian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah suatu tanda yang menunjukkan suatu kecakapan, kepandaian, ketangkasan, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka di bidang tertentu sesuai dengan usia dan kemampuan jasmani dan rokhaninya. Sedangkan pengertian Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah semua syarat yang harus dipenuhi seorang Pramuka untuk memperoleh TKK tertentu sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) digolongkan menjadi 5 bidang, yaitu:
1. Bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak
2. Bidang patriotisme dan seni budaya
3. Bidang keterampilan dan teknik pembangunan
4. Bidang ketangkasan dan kesehatan
5. Bidang social, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan

TKK untuk Pramuka Siaga hanya satu tungkatan saja, sedangkan TKK untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pendega ada 3 tingkatan, yaitu Purwa, Madya, dan Utama. Begitu pula bentuk, warna, dan bingkai TKK untuk masing-masing golongan Pramuka berbeda yang mana memiliki makna tersendiri.

Wednesday, November 11, 2020

HUMOR EDUKATIF

Penulis: Kak Puji Hartono

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Pramuka 
Tetap semangat 
Semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..


Okey..
Pagi ini kakak akan berbagi tentang kisah seorang pramuka yang patuh kepada kakak pembina. Akan tetapi kisah ini hanya sebuah kisah humor yang untuk sekedar pemberi motivasi humor di dunia pramuka kita Gudep SMPN 2 BALEN tercinta.

Mendengar kisah humor atau kisah - kisah komedi merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa setres. Dengan mendengarkan kisah humor, mungkin pikiran kita bisa kembali menjadi fresh kembali. Nah untuk kakak - kakak dan adik - adik yang sedang jenuh dan bosan dengan segala rutinitas, yuk mari kita simak dan baca dengan seksama kisah dari kak puji ini.

Selamat membaca
Semoga terhibur..

Dulu sekitar tahun 2010 ada dua anggota Pramuka baru, namanya Boni dan Bejo, di saat tengah mengikuti sebuah kegiatan perkemahan dalam rangka pelantikan keanggotaan di kawasan Hutan Jati, dekat dekat perbatasan Bojonegoro dan nganjuk. Mereka ditemani seorang kakak pembina yang akrab di panggil kak Anam

Saat diminta mencari kayu bakar untuk menanak nasi, tiba - tiba Bejo lari sambil berteriak ketakutan.

Bejo : "kak lapor, kak!" ujarnya sambil berusaha mengatur nafas yang ngos-ngosan

Kak anam : " tenang dulu, ada apa?"
Bejo : " Anu, Si Boni kak.. Si Boni digigit ular Kak. Digigit ular di tengah hutan."

Kak Anam: "Apa???  Cepat Bejo kamu kembali kesana. Selamatkan teman kamu si Boni segera. Caranya, kamu ikat bagian tubuh Boni yang digigit ular itu.
Jangan lupa, ikat yang kencang biar racunnya tidak menyebar ke seluruh bagian tubuh boni.  Kakak akan cari bantuan dari warga sekitar.

Akhirnya..
Sesuai perintah kak Anam, Si Bejo langsung mengambil kain panjang untuk membebat menali luka di tubuh Boni dan segera kembali ke hutan.

Tidak berselang lama, si Bejo kembali lagi menghadap pembinannya (kak Anam)

Bejo : " Kak, lapor kak!"
Kak anam: "Tenang dulu bejooo.. Dokter sedang menuju kemari buat menyelamatkan teman kamu Boni."

Bejo : "Terlambat, kak Terlambat... Si Boni sudah keburu meninggal dunia."

Kak Anam : "Apaaa???(kak Anam sontak kaget dan shock mendengarnya).   Kamu sudah melakukakn pertolongan pertama kan?"

Bejo : "sudah kak. Saya sudah melakukan apa yang kakak perintahkan, dan saya ikat lukanya si Boni dengan kencang kak dan mukanya sampai menjadi biru saking kencangnya ikatan tersebut.

Kak Anam: " Lho... Kenapa kok mukanya menjadi biru???"

Bejo : "iya kak, soalnya yang digigit ular adalah bagian leher Boni. Tadi kata kak Anam harus mengikat bagian luka kencang-kencang biar racunnya gak menjalar kemana-mana."

Kak Anam : "Ya ampun Bejooo....  Kamu nggak pengen dipatok ular juga?"

Dokter yang tak sengaja mendengar percakapan itu pun langsung pingsan. Heheeehehehe...

Catatan buat kalian anggota Pramuka yang baru. Lugu sih boleh-boleh saja tapi nggak seperti yang diatas juga kali yeeee....

Semoga cerita tersebut menghibur dan bermanfaat 

Salam pramuka
Tetap semangat
Dan sukses selalu untuk GUDEP SMPN 2 BALEN
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tuesday, November 10, 2020

SIAPA PAHLAWANMU? (Menurut Kakak-Kakak)

Selamat Hari Pahlawan Nasional 10 November 2020. Kemarin kami mengadakan survey ke beberapa kakak Pramuka SMP Ngeri 2 Balen Bojonegoro tentang beberapa hal terkait Pahlawan. Survey tersebut berupa pertanyaan yang kami ajukan secara online. Pertanyaan pertama adalah apa pengertian Pahlawan menurut kakak?, pertanyaan kedua adalah siapa pahlawan bagi hidup kakak? Mengapa beliau menjadi pahlawan kakak?, dan pertanyaan terakhir adalah Apakah kakak ingin jadi pahlawan? Jika iya, pahlawan bagi siapa?. Berikut ini rekapan survey kami, selamat membaca…

Namaku Kak Sukma Rizki Kusuma. Pengertian pahlawan menurutku adalah pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Bagiku, kita semua diciptakan untuk menjadi pahlawan. Kalaupun bukan pahlawan untuk bangsa, kita adalah pahlawan untuk diri kita masing-masing ataupun yang lebih dekat adalah pahlawan untuk keluarga. Aku ingin jadi pahlawan untuk negeri Indonesia.

Namaku Kak Veronica Chandra Januardi. Menurutku, Pahlawan adalah orang yang rela melakukan apapun demi kita dengan bertaruh nyawanya, melewati tantangan demi tantangan hanya dengan cinta dan kasih sayang yang disertai perencanaan dan kalkulasi yang matang yang dapat membuat prosesnya sukses. Pahlawan bagi hidupku Ibu dan Ayah, karena mereka rela bertaruh nyawa demi kita. Sosok ibu melahirkan dengan taruhan nyawa -bertaruh nyawa- menderita rasa sakit sampai membesarkan kita. Sosok ayah harus banting tulang menghidupi keluarga, menjadikan siang menjadi malam, menjadikan malam menjadi siang, tanpa kenal lelah itulah sosok ayah. Aku ingin jadi pahlawan bagi Ibu dan ayah.

Namaku Kak Indah Nur Rohmawati Wahidah. Menurutku, Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Namun, seiring berjalannya waktu, arti kata “pahlawan” kini berkembang. Pahlawan tidak lagi hanya diasosiasikan dengan perjuangan dalam peperangan di jaman kolonialisme. Namun, nilai-nilai perjuangan kepahlawanan dapat tercermin dari seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Setiap orang memiliki makna kepahlawanan sendiri-sendiri dan memiliki pahlawan dalam hidup mereka. Aku ingin jadi pahlawan demi bangsa dan negara terutama pahlawan bagi ibuku. 

Namaku Kak Siti Afifatul M. Menurutku pengertian pahlawan adalah seseorang yang memiliki jiwa pemberani untuk membela kebenaran atau suatu bangsanya. Mereka adalah para pahlawan yang telah rela berkorban dan berani melawan dan mengusir para penjajah demi harkat dan martabatnya sebagai kesatuan dari sebuah bangsa serta memberikan kemerdekaan bagi negaranya. Aku ingin jadi pahlawan bagi bangsa dan negara.

Namaku Kak Fitri Intan Fabela. Menurutku, Pahlawan itu tanpa tanda jasa dan membela kebenaran. Pahlawan bagi hidupku adalah bapak, karena beliau rela berkorban demi anak-anaknya, panas hujan tiada kata lelah.

Namaku Kak Aura Rozida Fitriana. Pengertian Pahlawan menurutku adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau sosok orang yang rela nyawanya melayang demi suatu alasan. Pahlawan bagi hidupku adalah Orang tua, karena orang tua merupakan salah satu inspirasi hidup kami meraih segala mimpi yang kami dapatkan di masa kini. Aku ingin jadi pahlawan bagi orangtua, negara, dan bagi semua orang.

Namaku Kak Listari. Menurutku, pengertian pahlawan adalah orang yang berkorban tanpa pamrih. Pahlawan bagi hidupku adalah orang tuaku. Perjuangan mereka yang tidak kenal lelah, mengantarkan aku seperti sekarang ini. Aku ingin jadi pahlawan untuk keluarga, anak didik, lingkungan, bangsa dan negara.

Namaku Kak Choirul Anam. Menurutku pahlawan adalah orang yang rela berkorban untuk membuat orang lain bahagia. Pahlawan bagi hidupku yang pertama adalah orang tuaku karena telah merawatku dengan penuh kasih saying dan kedua adalah Isteriku (Almh) karena telah mau hidup bersamaku sampai akhir hidupnya dan memberiku dua bidadari kecil yang cantik. Aku ingin jadi pahlawan bagi dua bidadari kecilku (anak-anakku).

Demikian jawaban dari beberapa kakak Pramuka SMP Negeri 2 Balen atas 3 pertanyaan yang kami ajukan. Kalau jawaban dari kakak pembaca bagaimana ya? dapat ditulis di kolom komentar ya kak…


HARI PAHLAWAN NASIONAL DAN PIDATO BUNG TOMO

Penulis: Kak Choirul Anam

Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Hari Pahlawan Nasional ditetapkan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Hari ini adalah Peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-61. Peringatan ini untuk mengenang Para Pahlawan yang gugur dalam medan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Gelar Pahlawan tidak hanya untuk yang berseragam prajurit saja, tetapi juga seluruh warga Indonesia yang gugur dalam pertempuran heroik tersebut. Pada peristiwa heroik tersebut, terkenal seorang pemimpin laskar yang menjadi pengobar semangat untuk pertempuran melawan penjajah. Beliau dikenal dengan nama Bung Tomo (nama aslinya Soetomo). Beliau mengobarkan semangat dengan senjata mikrofon pada pancaran Radio Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia dan pidato beliau berhasil mengobarkan arek-arek Surabaya. Masih ingat bagaimana pidato beliau? Kami share kembali pidato beliau untuk mengenang semangat yang berkobar pada waktu itu. Berikut pidato beliau:

Bismillahirrohmanirrohim…

Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semuanya telah mengetahui.

Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,

menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.

Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.

Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,

Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,

Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,

Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.

Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.

Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.

Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.

Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.

Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.

Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,

dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.

Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.

Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Dengarkanlah ini tentara Inggris.

Ini jawaban kita.

Ini jawaban rakyat Surabaya.

Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.

Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah

Yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih

Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!

Tetapi saya peringatkan sekali lagi.

Jangan mulai menembak,

Baru kalau kita ditembak,

Maka kita akan ganti menyerang mereka itu, kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.

Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,

Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara.

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!


Sumber teks pidato: www.merdeka.com

Monday, November 9, 2020

PUISI TENTANG IBU

Penulis: Kak Indah Nur Rohmawati Wahidah


Puisi tentang ibu ini berisi kumpulan puisi-puisi tentang ibu tercinta, yang menyentuh hati dan penuh kasih sayang. Sangat cocok untuk ungkapan kado ulang tahun dan hari ibu.

Setiap orang terlahir dengan kasih sayang orang tua khususnya seorang ibu tanpa terkecuali. Ibu merupakan orang pertama yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang sampai sekarang. Beliau merupakan seseorang yang telah berjasa bagi kita semua. Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar demi anaknya agar kelak dapat hidup bahagia.

Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak dapat merasakan kehangatan akan kasih sayang ibu sejak kecil. Oleh karena itu, hendaknya kita bersyukur apabila masih bisa berkumpul dengan ibu kita yang telah membesarkan kita dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Sunday, November 8, 2020

DIBALIK SANG DUTA PENARI

Penulis: Kak Umaya Rahmawati


Dia begitu hebat, multi Telen dan begitu perfect dalam perfome di setiap event, bahkan semua orang selalu bertepuk tangan meriah saat dia tampil. Aku mengenalnya sejak dia masih duduk di bangku TK. Saat itu ada pertunjukan tayub dalam acara sedekah bumi di rumahku, tahun ini aku ingin menampilkan sesuatu yang beda di acara sedekah bumi ini, ku rekut anak-anak TK, SD untuk menari karena aku suka menari, saat itu lagu yang lagi trend di tahun 2006 lagunya J-Lo my lecon, 4 anak aku latih diteras rumah.

Dia tiba tiba muncul dan bergoyang2 sendiri dengan luwesnya mengikuti gerakan irama yang aku ajarkan ke teman kecilku, ku katakan ke dia, " apakah kau mau ikut bergabung bersama kami " dengan senyum yang luar biasa, dia mengiyakan, berbakat sekali anak ini, baru sekali diajarkan sudah bisa mengikuti alur ( gumanku dalam hati ). Kami berlatih selama satu Minggu. Tiba-tiba orang tua penariku yang baru datang dan memarahiku " anaku laki- laki, tolong jangan ajarkan yang aneh-aneh" Aku syok mendengar hal tersebut, kami pun merasa sedih, tapi dia tetap berkata " aku tetap ikut mbak, aku suka menari, aku ingin terkenal " Senyum ku kembali lagi saat anak tersebut bicara.

Pada hari H di acara sedekah bumi Jumat Pon tepatnya, setelah tayub sore selesai, Bapak Untung selaku pembawa acara mengucapkan beberapa kata kepada audien yang saat itu bikin macet jalan raya. " Wiro woro jangan lupa nanti malam sebelum acara tayuban malam di selenggarakan , ada sedikit tampilan kecil karya anak anak Kedungadem Utara, Monggo di saksikan setelah isya nggeh ". Semua orang antusia mendengar hal tersebut apalagi ibu-ibu. 

Aku saat itu masih duduk di bangku kuliah sedang asik memake up i para penari , tiba-tiba nerfes luar biasa, keringat bercucuran. Dalam hati aku berkata " Ini karya pertamaku, dan ini akan di lihat orang sekecamatan, apakah mereka suka, bagaimana kalau mereka mencemooh ku " pikiran warna warni timbul di otaku.

Pukul 18.00 adzan magrib selesai, kulihat orang-orang masuk sambil berkata " mbak lihat para penonton sudah pada antri, kapan di mulai "
Ku tengok kaca pintuku , " masya Allah banyak sekali penontonnya "
Semakin bercucuran keringat ini.

Pukul 20.00 semua penariku siap, tepuk tangan luar biasa terdengar jelas di telingaku tatkala pembawa acara memangil-mangil nama kami. Para penari telah siap untuk tampil. Tapi, tiba tiba ada masalah yang membuat penonton kecewa, CD yang dipakai tidak bisa di putar, keringat jagung kembali muncul di keningku. 5, 10 menit dan akhirnya 15 menit baru bisa, tiba-tiba muridku yang baru ikut menari itu memberikan kaset baru ke aku, dia bilang ke aku "untung aku punya copyannya"

" Thanks, terima kasih"
( Dengan nada berteriak dan bersykur )

Musik pun dimainkan, penoton yg sudah tak sabar melihat aksi kami, akhirnya terobati dengan perfome para penari, dan yang membuat tampilan menari, Penari baruku, dia laki-laki tapi begitu luwes dan talenta. Perjalanan karirnya tidak berjalan mulus ketika dia beranjak di bangku SMP tatkala bapaknya meninggal, dia sebagai anak laki-laki harus mencari nafkah untuk adeknya yang baru lahir, apapun dia lakukan, dia mulai belajar merias wajah, belajar menjadi badut, MC, dll. Hingga dia memperjuangkan untuk kuliah di ISI solo dengan beasiswa karena skil nya. Perjalan demi perjalan dia lalui utk mencapai karirnya, dari pangung ke pangung dia lalui, dengan berbusana cantik nan elok di temani patner kerjanya yang berprofesi sama dengan dia, hingga sampai sekarang dia begitu terkenal dan menjadi duta penari, walaupun begitu dia tidak pernah lupa dan sombong. 
Semoga kau bisa menjadi penari internasional kelak nak.

Dan ku juluki  dia Laura ( Lanang wedok ora )

Mayi Maya mayo

Saturday, November 7, 2020

CARAKU MEMANJAKAN SANG SEMPURAN

Penulis: Kak Umaya Rahmawati


Panas sudah mencapai 40 derajat, gersang benar benar gersang, serasa di gurun pasir
Ku telusuri jalanan kota Bojonegoro dengan keringat bercucuran di dalam helm kebanggan ku
Es degan, es teh, teh poci menari-nari di sepanjang jalan seraya merayu si haus dahaga untuk menikmati tetesan demi tetesan segeranya
Saat itu tepatnya aku sedang berpuasa pada hari Kamis, dan yang melihat kesegaran yang begitu hakiki hanya dapat berucap dalam batin "andai aku tak puasa, sudah ku jamah mereka"
Bisikan setan menjadi-jadi tatkala aku lewat di jalan menuju stadion Bojonegoro, berbagai jajan favorit berjejer disana
Ku tengok jam 13.00
Matahari sedang teriak-teriak di atas kepala
"Masih 3 jam lagi , lama sekaliii" Gerutuku dalam hati.
Akhirnya sampailah aku di pom bensin Kalianyar ku isi bensinku, dan kemudian ku masuk masjid
Dan aku tersadar bahwa, ini ujianku, puasa ini wajib untukku, karena nazarku
Sempat aku melalaikan tugasku Tuhan

Mayi Maya mayo

PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...