Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, January 9, 2021

APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Sampai kini saya tidak tahu,
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu,
Dapat menyambung lambungku, 
Istriku dan anak-anakku,
Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku,
Kuhabiskan di meja pendidikan,
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan,
Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah,
Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan,
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku,
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang,
Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta,
Apa kabar pendidikan negeriku,
Adakah kini kau sudah berbenah,
Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah,
Dan masa depan nan cerah?

sumber foto: timesindonesia.com

Friday, January 8, 2021

PUISI: BUKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Buku...
Kau tempatku menabur ilmu...
Kau jendela di hidupku...
Kau tempatku goreskan jutaan pena...
Namun, terkadang orang mengabaikannya...
Kau tertumpuk deraian debu...

Buku ...
Kau tempatku berbagi rasa....
Meski engkau hanya diam membisu...
Lembaran demi lembaran yang terisi...
Tertancap keindahan ilmu menawan...
Terselip kata demi kata...
Yang mengisi hari-harimu...

Buku...
Kau tempatku goreskan pena...
Goresan pena kini tertancap di badanmu...
Jutaan kata kini terlukis di badanmu...
Kau tempatku lukiskan keindahan...
Kau tempatku berbagi kesakitan....

Buku...
Kau yang mengajariku arti kehidupan...
Tiada pantas hidup ini kulewati…
Tanpa engkau di sisiku...
Kau guru yang hanya bisa diam membisu...
Namun, kau memberikan jutaan ilmu yang tersimpan di setiap lembaran...

sumber foto: pinterpandai.com

Thursday, January 7, 2021

Puisi tentang Pendidikan Indonesia


Jauh disana,
Mereka tak mengenal angka
Bahkan hurufpun mereka buta
Kita disini menikmati gemerlap dunia
Lupa bahwa ada yang tengah dilanda kebodohan nyata

Di sana, sangat jauh disana
Mereka berjalan menyusuri hutan
Menerjang sungai
Tuk sekedar duduk di rumah reyot
Menanti guru memberi curahan ilmu

Di sini,
Bahkan jarak tak lagi berjarak
Kuda mesin menjadi pengantar setia
Bahkan disini,
Gedung megah bertingkat mewah
Namun kian tak beradab

Wahai Indonesiaku
Wahai para wakil wakyat
Kapan kalian mewakili kami
Saat kami tertatih demi mengerti bahasa
Saat kami tersingkir karena sarana
Kalian lihai memainkan kata
Menipu angka
Membawa hak kami kedalam perut kalian

Neraka menjadi akhir kalian
Yang tega bersenang dengan harta kami
Hingga kami tersusah di terjang kemiskinan
Pendidikan macam apa ini
Yang terdidik justru menghardik
Yang pintar justru semakin liar
Dan yang papa kian tak tersuarakan

Bagaimana kawanku, inilah Indonesia, dengan berbagai kekayaan alamnya. Pendidikan Indonesia masih juga tak bisa dioptimalkan. Yang duduk di kursi nyaman justru tertidur ketika rapat paripurna.Yang mengelola harta kita justru menggunakannya demi kekayaan semata.

sumber foto: film laskar pelangi

Wednesday, January 6, 2021

Puisi tentang Lingkungan Sekolah

Penulis: Kak Puji Hartono


Lambat menjalar waktu
Suasana hening dalam kekhusu'an menggali ilmu
Sekolahku, gudang ilmuku
Perantara Tuhan dan Kewujudan Alamku

Engkau semakin reot
Tapi ilmu yang menjadi isimu
Tak pudar dengan segala rintangan
Meski berbilik kayu berlantai tanah
Engkau tetap menjadi tempatku mengabdi ilmu

Wahai yang disana
Yang duduk mewakili  rakyat ( Katanya )
Lihatlah kami disini
Menahan dingin saat angin menerpa
Menahan dingin saat air membanjir mengalir

Wahai yang duduk di atas pangkat
Cobalah tengok rakyatmu disini
Kemana guru - guru kami
Yang lama tak kau gaji
Kemana suasana nyaman belajar
Saat kami ingin impian dapat kami kejar
Dimana pendidikan kalian
Atau tahta telah melupakan janji - janji
Hingga kemudian para siswa mati
Dalam kebodohan dan kejahilan

sumber foto: jurnalistiwa.co.id

Sunday, January 3, 2021

TAHUN BERGANTI

Penulis: Kak Puji Hartono

Detik merangkak mengintai pergantian
Tahun lima belas
Akan menjelma
Rupa
 
Butir kata merangkai cerita
Lukiskan laksya atma
Walau tertatih
Akhirnya
 
Nadi kaharsa mengalir indahnya
Menutup lembar wistara
Pada Desember
Bahagia
 
Bunga api akan membara
Pada gelapnya angkasa
Dengan suara
Menggema
 
Lembar baru akan terbuka
Harapan tereja bersama
Astama menyerta
Semoga

Saturday, January 2, 2021

DOA DI AKHIR TAHUN (Late Post)

Penulis: Kak Puji Hartono

Tuhan
Ampuni aku
Ku selalu sombong
Berjalan menurut kemampuan diri
Tuhan
Jangan biarkanku
Dalam kekuatan sendiri
Hanya KuasaMu terjadi padaku
Tuhan
Lindungi keluargaku
Jaga anak anakku
Aku hanya berserah padaMu
Tuhan
Aku bersujud
Hanya kehendakMu terjadi
Hidupku di tahun baru

Friday, December 4, 2020

RINDUKU SEMU

Penulis: Kak Listari


Duapuluh tiga hari berlalu
Tiada canda ataupun guraumu
Derap kakimupun membisu
Lenyap bersama bayangmu

Sahabat setiaku
Adakah rindu di relung hatimu

Ingin ku jabat erat tanganmu
Menikmati senyummu
Mendengar gelegar tawamu
Merasa cubitan manjamu

Namun sahabatku
Rinduku masih semu
Menunggu dan menunggu
Sampai tiba waktu

Lies, 070420

Wednesday, November 25, 2020

HAPPY TEACHER DAY

Penulis: Sherilla Febrinna Wilujeng
Di relung terdalam, aku juga pernah sadar
Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar
Mengalirkan bakti tanpa ingkar
Demi negeri agar tidak buyar

Guruku
Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka
Engkau adalah pelita terang, saat kau mampu berkelana
Merangkul seluruh siswa tanpa pilah cinta
Bercengkerama bak sohib dan tetap beretika

Terima kasih ku ucapkan
Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan
Si petutur ilmu dari gurutan awan
Penuh kasih nan tulus selalu kau berikan

Guruku
Kau adalah jingga, sosok inspiratif dalam senja
Kau selayaknya surya, penerang untuk generasi bangsa
Dan kau ibarat gerimis kiranya
Yang nanti menangis melihat kami sukses dengan bangga

Menjadi GURU bukanlah sekedar pekerjaan
Melainkan PELUKIS MASA DEPAN

Monday, November 9, 2020

PUISI TENTANG IBU

Penulis: Kak Indah Nur Rohmawati Wahidah


Puisi tentang ibu ini berisi kumpulan puisi-puisi tentang ibu tercinta, yang menyentuh hati dan penuh kasih sayang. Sangat cocok untuk ungkapan kado ulang tahun dan hari ibu.

Setiap orang terlahir dengan kasih sayang orang tua khususnya seorang ibu tanpa terkecuali. Ibu merupakan orang pertama yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang sampai sekarang. Beliau merupakan seseorang yang telah berjasa bagi kita semua. Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar demi anaknya agar kelak dapat hidup bahagia.

Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak dapat merasakan kehangatan akan kasih sayang ibu sejak kecil. Oleh karena itu, hendaknya kita bersyukur apabila masih bisa berkumpul dengan ibu kita yang telah membesarkan kita dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Friday, November 6, 2020

SYUKURI NIKMAT

Penulis: Kak Listari


Banyak cara orang mensyukuri nikmat
Nikmat luang waktu, nikmat sempat dan nikmat sehat
Demikian juga, aku sebagai salah satu umat
Aku awali pagiku dengan berniat
Mengabdi kepada Allah sang pencipta jagat

Menyongsong sinar matahari yang hangat
Kuraih motor dan berangkat
Pagi.........., jangan sampai terlambat
Menyapa sekolah  dan para sahabat
Dekat tapi tidak berjabat 

Sejenak aku diam dan menata hasrat 
Hasrat bermesraan dengan  lingkungan tanpa syarat

Itulah, salah satu caraku mensyukuri nikmat
Menyentuh, membelai sampah dan rerumputan yang lebat
Semoga Allah meridhoi usahaku yang kuat
Bersih hati, bersih lingkungan dan senantiasa sehat.


Lies, 5-11-2020

Monday, November 2, 2020

PUISI: CERIAKAN BIDADARIKU

Penulis: Kak Listari


Senja di hari Kamis
Yang seharusnya tersenyum manis
Seketika tetes air mata bak gerimis
Menghujam jantung serasa teriris

Dikau pujaanku yang ramah
Semangatmu terlihat lelah
Biasa tegar kini melemah
Menahan lara seolah pasrah

Tuhan Yang Kuasa
Hanya Pada-Mu ku meminta
Berharap dan berdoa
Kembalikan ceria bunda

Wahai bidadariku yang jelita
Maafkan salah khilaf dan dosa
Kusadari sepenuh jiwa
Baktiku belumlah sempurna

Puisi ditulis pada tanggal 06 April 2020

Sunday, November 1, 2020

PUISI: TERTUNDA

Penulis: Listari


Sudah kurangkai jadwal dan tercatat
Bagda Magrib akan berangkat
Menyumbangkan darah di suatu tempat
Untuk sesama semoga bermanfaat

Namun rencana tinggallah rencana
Air turun basahi bumi tercinta
Jadwal tercatatpun harus tertunda
Mungkin esuk ataupun lusa

MENGUSIR RINDU

Penulis: Listari


MINGGU KE-EMPAT
TIADA TATAP MUKA TIADA CURHAT
TIADA SAPA TIADA JABAT
RINDUKU SEMAKIN BERAT

RINDU SAPAANMU
RINDU SENYUMANMU
RINDU CELOTEHMU
RINDU GURAUANMU

HAI ENGKAU YANG RAJIN DAN YANG MALAS
ENGKAU YANG RAMAH DAN YANG CULAS
YANG LEMBUT DAN YANG TANGKAS
TAK RINDUKAH KAU SUASANA KELAS

KERAS AKU BERPIKIR
GIMANA KU MAMPU MENGUSIR
CORONA YANG TELAH MAMPIR
LENYAP DAN SEGERA BERAKHIR

Puisi ini ditulis pada tanggal 06 April 2020

Saturday, October 31, 2020

IBU PENYABAR

Penulis: Fitri Intan Fabela

Kau sering bangunkanku waktu subuh

Meski itu tak selalu membuatku luluh

Kau selalu memanjakanku di pagi hari

Meski aku tak bersemangat,

Kau selalu memberiku sapaan hangat

Dengan senyum awal pagi terbaiknya

Kadang aku sesekali murung kepadanya

Namun ia selalu baik dalam berucap kata

Kadang aku sesekali melawan perintahnya

Namun slalu sabar tiada batas

Dialah penyabar itu

Dengan segala kekuranganku

Ia selalu menutupi itu

Aku sayang ibu

Maafkan semua kesalahan anakmu Bu...

Wednesday, October 28, 2020

PUISI : PRAMUKA

Ditulis oleh: Sherilla Febrinna Wilujeng

PRAMUKA


Sahabat alam yang mulia
Pejuang tangguh penuh wibawa
Tak kenal panas
Tak kenal lelah
Kau tetap teguh berdiri 
Menenangkan ombak

Meski tiada uang yang kau dapat
Tak ada rupiah yang kau hitung
Meski terik yang kau dapat
Hanya letih menjadi imbalanmu
Kau tetap rela
Berjuang bagi sesama

Pramuka ...
Praja Muda Karana
Dasa Darma pedomanmu
Lambang jalan hidup
Yang kau junjung

Pramuka
Tetaplah tumbuh menjadi sebuah pohon
Tetaplah bertunas
Tetaplah bersinar
Tetaplah menjadi Pramuka
Praja Muda Karana

sumber gambar: tirto.id

PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...