Sunday, October 18, 2020

PROGRAM 6 : RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA)

Penulis : Kak Listari


Gudep 04.107-04.108, Pangkalan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro, terletak di sebuah desa bernama desa Kenep, berada 15 Kilometer arah timur dari kota Bojonegoro. Posisi sekolah yang dikelilingi sawah, sangat berpotensi untuk di singgahi Burung Hantu. Berdasarkan surve dari para Penjaga malam SMP Negeri 2 Balen tahun 2015, bahwa salah satu plavon ruang kelas di huni sejumlah burung langka tersebut. Namun pada saat itu, kami belum melakukan apa-apa.

Seiring perkembangan, SMP Negeri 2 Balen, merintis menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten dan berhasil di beri penghargaan pada tahun 2015. Kemudian lanjut ke Adiwiyata Propinsi, dan berhasil meraih penghargaan tahun 2016. Di saat pengambilan penghargaan tersebut, di barengi lomba-lomba tentang ramah lingkungan. Dan salah satu lombanya adalah photo lingkungan hidup. Kami memanfaatkan satwa yang ada di sekolah kami yaitu burung hantu. Dan dalam lomba tersebut SMP Negeri 2 Balen juara Pertama. Sejak itu kami mulai lebih peduli dengan binatang langka tersebut, dengan cara merawat lebih baik lagi.

Banyak cara yang kami lakukan, salah satunya adalah membuat Rumah Burung Hantu (RUBUHA) dengan harapan, burung hantu berkembang biak baik dan efek lainnya bisa membantu para petani mengusir tikus. Aksi nyata kami tidak hanya membuat rumah burung hantu untuk kepentingan sekolah saja, tapi kami juga membagi RUBUHA ke petani-petani di desa sekitar sekolah. Pada akhir Mei 2020, salah satu RUBUHA yang kami pasang di pohon Nangka di lingkungan sekolah, di huni burung hantu, bahkan bertelur dan menetas.


Pembuatan RUBUHA ini di buat oleh Penggalang SMP Negeri 2 Balen secara berkelompok dan diprakarsai Guru Prakarya, Pak Windra dan Bu Dara, namun Pembina Pramuka (Kak Listari, kak Hendra Oktavianto, dan kak Puji Hartono) juga aktip ikut membantu proses pembuatan RUBUHA tersebut. Aksi nyata yang di lakukan Pembina adalah membantu menyiapkan alat dan bahan, memberi ide model RUBUHA. Disamping itu juga adik-adik pramuka terlibat langsung dalam pembuatan RUBUHA tersebut dan salah satu yang aktif adalah Chelsy (Pramuka Penggalang Rakit).

SMP Negeri 2 Balen membuat RUBUHA sejumlah 28 buah, 15 diantaranya telah di sumbangkan ke 3 desa terdekat yaitu Desa Kenep, Desa Bulaklo dan Desa Ngantulan. Sedangkan manfaat yang kami peroleh antara lain : 1) Mampu mempertahankan keberadaan burung hantu yang ada di lingkungan sekolah kami, 2) Memberi ruang tersendiri bagi perkembangbiakan Burung hantu, 3) Bisa berbagi dengan petani sekitar untuk di pasang di sawah-sawah mereka, dengan harapan burung hantu yang menempati RUBUHA di sawah-sawah bisa mengusir tikus. Untuk tindakan selanjutnya, melalui kerja sama dengan petani, kami memantau keberadaan RUBUHA. Apabila di temukan ada kerusakaan, segera mengambil tindakan perbaikan. Secara periodik, kami akan melanjutkan pembuatan RUBUHA untuk di bagi ke petani-petani yang membutuhkan


Kunjungi sosial media kami:
Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn
Blog : pramukaspendababjn.blogspot.com

Tuesday, October 13, 2020

PROGRAM 5 : HIDROPONIK

Penulis : Kak Uzlifatul Jannah


Salah satu program baru Pramuka SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro dalam mengikuti Lomba Gugusdepan Ramah Lingkungan 2020 adalah HIDROPONIK. Hidroponik adalah suatu budidaya menanam dengan memanfaatkan lahan sempit dan terbatas, dengan memanfaatkan air dan menggunakan sedikit tanah. Jenis tanaman yang cocok untuk Hidroponik sayuran seperti kangkung, sawi, selada, dan bayam. Selain sayuran ada juga beberapa jenis buah-buahan yang dapat ditanam system hidroponik seperti melon, cabe, tomat, timun, dan lain-lain.
Salah satu Pembina Pramuka, Kak Uzlifatul Jannah, bersama anggota Pramuka SMP Negeri 2 Balen mencoba membuat Hidroponik Tanaman Kangkung menggunakan media sterofoam dan gelas bekas air mineral.


Langkah-langkah membuat HIDROPONIK tanaman kangkung:
1. Menyiapkan bahan-bahannya yaitu gelas air minum bekas dan sterofoam
2. Memberi 4 lubang di sterofoam
3. Memasukkan tanah ke dalam gelas air minum yang sudah diberi lubang
4. Memasukkan biji kangkung yang sudah disemai selama 2 hari
5. Meletakkan hidroponik di luar ruangan agar terkena cahaya matahari
6. Menunggu berhari-hari agar tanaman kangkung bisa tmbuh
7. Menyiram secara teratur sampai kangkung siap dipanen

Menanam sistem Hidroponik mempunyai banyak manfaat diantaranya proses memanen hasil yang lebih mudah, tidak memerlukan banyak tenaga kerja tambahan, hasil panen yang dihasilkan lebih steril, resiko terhadap penyakit, dan hama tanaman menjadi lebih sedikit. Hasil dari Hidroponik tersebut dimanfaatkan anak Pramuka untuk dibawa pulang.


Tindak lanjut dari program ini adalah Kami Pembina Pramuka berharap Anggota Pramuka bisa mengembangkan Hidroponik di rumah masing-masing dengan memanfaatkan barang-barang yang kurang dimanfaatkan di lingkungannya, seperti botol bekas, gelas air mineral bekas, kotoran ternak, dan lain-lain. Sehingga bisa bermanfaat bagi mereka baik secara lingkungan, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan sebagai bekal menyongsong generasi Indonesia Emas 2045

Social media kami:
Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn
Blog : pramukaspendababjn.blogspot.com

Monday, October 12, 2020

PROGRAM 4 : BIOPORI (LUBANG RESAPAN)

 Penulis : Kak Listari

Gudep 04.107-04.108 Pangkalan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro termasuk daerah yang terkena banjir luapan dari sawah pada musim penghujan dan kekurangan air jika musim kemarau. Selain itu SMP Negeri 2 Balen ditumbuhi dengan pepohonan yang banyak, sehingga dalam satu harinya bisa memperoleh sampah daun yang sangat banyak. Sampah daun tersebut kami masukkan ke biopori, dan jika sudah pada saatnya, kami unduh untuk di jadikan media tanam, karena sudah menjadi kompos.
Berdasar dari 2 hal tersebut di atas SMP Negeri 2 Balen, gigih membuat lubang resapan atau biopori. Sampai saat ini ada lebih dari 200 lobang resapan di lingkungan SMP kami. Selain karena SMP Negeri 2 Balen merupakan Sekolah Adiwiyata, yang peduli lingkungan. SMP Negeri 2 Balen juga dipercaya sebagai salah satu sekolah yang ikut Gerakan Sejuta Biopori oleh Kwarda Jatim, melalui Kwarcab Bojonegoro.


Melalui peminjaman alat pembuat biopori dari Kwarcab Bojonegoro, segenap Pembina Pramuka Gudep 04.107/04.108 Pangkalan SMPN 2 Balen ikut terlibat di dalamnya, saat itu ada kak Listari, kak Puji Hartono, kak Uzlifatul Jannah. Terlibat pula adik-adik penggalang Gudep SMP Negeri 2 Balen. Demikian juga Kamabigus kami, terlibat langsung dalam pembuatan Biopori saat itu
Sedangkan manfaat nyata yang kami rasakan dengan adanya biopori atau lubang resapan ini antara lain: 
1) Air yang menggenang, terutama di lapangan bola poly hasil luapan dari irigasi sawah, dengan segera meresap di lubang resapan. Sehingga lapangan cepat kering dan segera bisa difungsikan kembali, 
2) Membantu menyimpan sampah, pada waktu tertentu sampah tersebut dapat kami ambil dan akan kami peroleh kompos alamiah, untuk media tanam, tanaman kami


Untuk tindak lanjut, secara berjenjang, kami mengecek keberadaan biopori, jika ada yang tertanam tanah, kami segera membersihkan, dan jika ada yang rusak kami segera memperbaiki.

Sosial media kami:
Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn
Blog : pramukaspendababjn.blogspot.com

Sunday, October 11, 2020

PROGRAM 3 : MEMBUAT BUNGA POM-POM

Penulis : Kak Puji Hartono

Program ketiga kami, Pramuka SMP Negeri 2 Balen, dalam lomba Gugusdepan ramah lingkungan Jatim 2020 adalah memanfaatkan sampah kain perca yang sudah tidak terpakai di sebuah konveksi yang selanjutnya kami akan ubah menjadi bentuk bunga yang akan memperindah lingkungan ataupun diri seseorang. Dan kami melibatkan anggota pramuka putri kelas 7 SMP Negeri 2 Balen untuk ikut andil dalam kegiatan ini agar mereka punya pengalaman yang lebih tentang bagaimana sampah akan menjadi sebuah berkah.

Kain perca tersebut kami akan ubah menjadi bentuk bunga yang kami beri nama POM-POM. Bunga Pom-pom tersebut akan dipasangkan untuk memperindah kerudung atau jilbab seseorang. Hasil dari gerakan memanfaatkan kain perca ini adalah agar bernilai indah bagi lingkungan sekitar serta juga bisa bernilai ekonomis. Semakin banyak karya yang kita ciptakan dari kain perca atau yang lain maka semakin bagus bagi lingkungan kita. Karena dengan pemanfaatan sampah dari sisa-sisa kain tersebut berarti kita telah memperindah lingkungan dang mngurangi sampah di lingkungan kita. Gerakan ini kami lakukan agar sampah yang ada menjadi berkah. Berkah untuk lingkungan dan berkah untuk semuanya.

Berikut ini langkah-langkah membuat Bunga Pom-Pom:

Langkah 1

Langkah 2

Langkah 3

Langkah 4

Langkah 5

Langkah 6

Langkah 7

Langkah 8

Langkah 9

Langkah 10

Langkah 11

Langkah 12

Langkah 13

Demikian cara membuat bunga pom-pom, mudah kan?. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba kakak

Silahkan kunjungi sosial media kami:

Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn
Blog : pramukaspendababjn.blogspot.com

Saturday, October 10, 2020

PROGRAM 2 : KOMPOSTING

 Penulis : Kak Hendra Oktavianto

SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro ditumbuhi pepohonan yang rindang dan banyak. Hal ini menyebabkan sampah daun yang berguguran dilingkungan sekolah sangat banyak setiap harinya. Selain itu kecintaan kami terhadap lingkungan, membuat kami berusaha bagaimana agar sampah-sampah daun tersebut bermanfaat untuk kepentingan sekolah. Beralasan hal tersebut, maka kami membuat program komposting dengan harapan sampah daun yang ada tidak hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah. Namun kami rumah sampah tersebut menjadi pupuk kompos yang bisa bermanfaat untuk lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.

Program komposting sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak Sekolah sejak dulu sehingga kami hanya ikut meneruskan program pembuatan kompos tersebut. Pembuatan kompos di SMP Negeri 2 Balen dikoordinatori oleh bapak guru yang bernama Drs. Nanang Lukianto dan dibantu siswa-siswa yang diantara mereka juga ada anggota Pramuka aktif. Proses Komposting sebagai berikut:

1. Sampah daun-daun yang sudah kering dicacah kecil-kecil

2. Kemudian cacahan tersebut dimasukan ke tong dan dilakukan proses fermentasi dengan dicampur:

- EM 4 (bakteri fermentasi) 100 mL

- Tetes tebu 50 mL

- Limbah air kelapa dari pasar

- Air bersih 10 L

3. Selanjutnya diaduk dan didiamkan selama 1-2 hari

4. Setelah itu, sebagian dipindah ke kolam (tempat penyimpanan juga) karena tong akan diisi cacahan daun lagi

5. Setelah kompos jadi, kompos ditaruh di karung kering dan dikemas menjadi produk untuk diperjualbelikan


Selain Komposting dengan alat seperti penjelasan diatas, kami juga pernah beberapa kali membuat komposting secara alami yang prosesnya seperti ini:

1. Membuat lubang di tanah

2. Memasukkan daun-daun kering ke lubang

3. Menimbun tanah di atas daun-daun kering tersebut 

4. Membiarkan daun-daun tersebut hingga akan menjadi kompos dengan sendirinya

Hasil yang dicapai adalah sampah yang menggunung di tempat akhir pembuangan tidak tampak lagi dan ada beberapa bungkus pupuk kompos organik yang sudah siap untuk dimanfaatkan. Untuk menindaklanjuti pembuatan kompos, kami akan terus melaksanakan program komposting sehingga nantinya sampah daun yang berguguran di lingkungan sekolah dapat bermanfaat.

Social media kami:
Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn


Friday, October 9, 2020

PROGRAM 1 : RUMAH DAN SEKOLAH BERSIH BEBAS CORONA

 Penulis : Kak Isna Mutiara Fajrin

Program pertama kami dalam lomba Gugusdepan Ramah Lingkungan 2020 yang diadakan Kwartir Daerah Jawa Timur adalah Rumah dan Sekolah Bersih Bebas Corona. Program ini direalisasikan dengan merawat dan menjaga kebersihan rumah serta sekolah. Di musim pandemi ini, membuat masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, Gugusdepan 04.107/04.108 Pangkalan SMP Negeri 2 Balen melakukan aksi tersebut untuk mengubah lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, nyaman, dan asri.

Aksi tersebut dilaksanakan oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka Gugusdepan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro. Kegiatan tersebut meliputi di dalam dan di luar ruangan. Untuk yang di dalam ruangan pastinya membasmi denu, seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan kaca jendela. Sedangkan di luar ruangan di antaranya membersihkan selokan, memilah sampah, dan menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pembagian perawatan rumah dilaksanakan oleh masing-masing individu di rumahnya, sedangkan perawatan sekolah dilaksanakan secara bersama-sama dan bergantian setiap harinya serta tetap mematuhi protocol kesehatan seperti memakai masker dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Aksi perawatan rumah dan sekolah yang dilakukan oleh seluruh Anggota Gerakan Pramuka Gugusdepan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro dengan dipandu oleh kakak-kakak Pembina dari SMP Negeri 2 Balen. Hasil aksi-aksi tersebut diantaranya seluruh pramuka SMP Negeri 2 Balen aktif dalam berpartisipasi untuk peduli lingkungan sekitar baik di rumah maupun di sekolah. Demikian sharing kegiatan dari kami, semoga bermanfaat. Salam Pramuka



Social media kami:
Instagram : @spendabapramuka
FP Facebook : Pramuka SMPN 2 Balen
Youtube : Pramuka Spendaba Bjn

Thursday, October 8, 2020

GUGUS DEPAN RAMAH LINGKUNGAN 2020

Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur mengadakan “Pelatihan Pramuka Patriot Lingkungan” pada tanggal 6 Juli 2020. Pelatihan tersebut diselenggarakan secara online via zoom dengan peserta perwakilan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Timur. Perwakilan dari Kwarcab Bojonegoro ada 9 Pramuka yang terdiri atas 3 pangkalan SD/MI, 3 pangkalan SMP/MTs, dan 3 pangkalan SMA/SMK/MA. Kami salah satu pangkalan SMP yang ditunjuk oleh Kwarcab Bojonegoro untuk mengikuti Pelatihan online tersebut.

Hasil pelatihan online tersebut adalah lomba mewujudkan gugusdepan ramah lingkungan jatim 2020 yang diadakan secara online via Instagram. Inti lomba tersebut adalah masing-masing pangkalan membuat program gugusdepan ramah lingkungan. Kemudian melaksanakan program tersebut dan meng-upload di Instagram dengan beberapa hastag yang telah ditentukan Kwarda Jatim, salah satunya #GudepRamahLingkunganJatim2020. Waktu pelombaan dari tanggal 7 Juli 2020 (sehari setelah pelatihan) sampai 22 Agustus 2020.

Kami para Pembina Pramuka SMPN 2 Balen langsung mengadakan rapat terbatas online via Whatsapp Group pada malam hari setelah pelatihan. Kemudian kami sepakat mengambil tema utama tentang “Pengolahan Sampah” dan tema pendukung tentang keanekaragaman hayati. Pangkalan kami, SMP Negeri 2 Balen sebenarnya sudah memiliki program-program tentang lingkungan karena SMP Negeri 2 Balen merupakan Sekolah Adiwiyata. Sehingga beberapa program yang kami lakukan adalah meneruskan dan mengikuti program pangkalan/sekolah kami dan beberapa program baru.

Program atau kegiatan yang kami lakukan dalam rangka lomba gudep ramah lingkungan tahun 2020 yang diadakan kwarda jatim, diantaranya:

1. Rumah dan sekolah bersih bebas corona

2. Komposting

3. Membuat bunga pom-pom

4. Biopori (lubang resapan)

5. Ecobrick

6. Hidroponik

7. Rumah burung hantu

8. Hutan buatan/ hutan mini

9. Mencangkok

10. Merawat tanaman obat keluarga (TOGA) di tengah pandemi

11. Budidaya jamur tiram

12. Pembuatan pot gantung

13. Tambak/kolam

14. Green house

Demikian 14 program yang kami lakukan, untuk penjelasan masing-masing program tersebut akan kami update pada postingan selanjutnya. Semoga dapat saling menginspirasi ya kakak-kakak



PROGRAM 6 : RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA)

Penulis : Kak Listari Gudep 04.107-04.108, Pangkalan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro, terletak di sebuah desa bernama desa Kenep, berada 15 Ki...