Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Non Fiksi. Show all posts

Sunday, November 8, 2020

DIBALIK SANG DUTA PENARI

Penulis: Kak Umaya Rahmawati


Dia begitu hebat, multi Telen dan begitu perfect dalam perfome di setiap event, bahkan semua orang selalu bertepuk tangan meriah saat dia tampil. Aku mengenalnya sejak dia masih duduk di bangku TK. Saat itu ada pertunjukan tayub dalam acara sedekah bumi di rumahku, tahun ini aku ingin menampilkan sesuatu yang beda di acara sedekah bumi ini, ku rekut anak-anak TK, SD untuk menari karena aku suka menari, saat itu lagu yang lagi trend di tahun 2006 lagunya J-Lo my lecon, 4 anak aku latih diteras rumah.

Dia tiba tiba muncul dan bergoyang2 sendiri dengan luwesnya mengikuti gerakan irama yang aku ajarkan ke teman kecilku, ku katakan ke dia, " apakah kau mau ikut bergabung bersama kami " dengan senyum yang luar biasa, dia mengiyakan, berbakat sekali anak ini, baru sekali diajarkan sudah bisa mengikuti alur ( gumanku dalam hati ). Kami berlatih selama satu Minggu. Tiba-tiba orang tua penariku yang baru datang dan memarahiku " anaku laki- laki, tolong jangan ajarkan yang aneh-aneh" Aku syok mendengar hal tersebut, kami pun merasa sedih, tapi dia tetap berkata " aku tetap ikut mbak, aku suka menari, aku ingin terkenal " Senyum ku kembali lagi saat anak tersebut bicara.

Pada hari H di acara sedekah bumi Jumat Pon tepatnya, setelah tayub sore selesai, Bapak Untung selaku pembawa acara mengucapkan beberapa kata kepada audien yang saat itu bikin macet jalan raya. " Wiro woro jangan lupa nanti malam sebelum acara tayuban malam di selenggarakan , ada sedikit tampilan kecil karya anak anak Kedungadem Utara, Monggo di saksikan setelah isya nggeh ". Semua orang antusia mendengar hal tersebut apalagi ibu-ibu. 

Aku saat itu masih duduk di bangku kuliah sedang asik memake up i para penari , tiba-tiba nerfes luar biasa, keringat bercucuran. Dalam hati aku berkata " Ini karya pertamaku, dan ini akan di lihat orang sekecamatan, apakah mereka suka, bagaimana kalau mereka mencemooh ku " pikiran warna warni timbul di otaku.

Pukul 18.00 adzan magrib selesai, kulihat orang-orang masuk sambil berkata " mbak lihat para penonton sudah pada antri, kapan di mulai "
Ku tengok kaca pintuku , " masya Allah banyak sekali penontonnya "
Semakin bercucuran keringat ini.

Pukul 20.00 semua penariku siap, tepuk tangan luar biasa terdengar jelas di telingaku tatkala pembawa acara memangil-mangil nama kami. Para penari telah siap untuk tampil. Tapi, tiba tiba ada masalah yang membuat penonton kecewa, CD yang dipakai tidak bisa di putar, keringat jagung kembali muncul di keningku. 5, 10 menit dan akhirnya 15 menit baru bisa, tiba-tiba muridku yang baru ikut menari itu memberikan kaset baru ke aku, dia bilang ke aku "untung aku punya copyannya"

" Thanks, terima kasih"
( Dengan nada berteriak dan bersykur )

Musik pun dimainkan, penoton yg sudah tak sabar melihat aksi kami, akhirnya terobati dengan perfome para penari, dan yang membuat tampilan menari, Penari baruku, dia laki-laki tapi begitu luwes dan talenta. Perjalanan karirnya tidak berjalan mulus ketika dia beranjak di bangku SMP tatkala bapaknya meninggal, dia sebagai anak laki-laki harus mencari nafkah untuk adeknya yang baru lahir, apapun dia lakukan, dia mulai belajar merias wajah, belajar menjadi badut, MC, dll. Hingga dia memperjuangkan untuk kuliah di ISI solo dengan beasiswa karena skil nya. Perjalan demi perjalan dia lalui utk mencapai karirnya, dari pangung ke pangung dia lalui, dengan berbusana cantik nan elok di temani patner kerjanya yang berprofesi sama dengan dia, hingga sampai sekarang dia begitu terkenal dan menjadi duta penari, walaupun begitu dia tidak pernah lupa dan sombong. 
Semoga kau bisa menjadi penari internasional kelak nak.

Dan ku juluki  dia Laura ( Lanang wedok ora )

Mayi Maya mayo

Saturday, November 7, 2020

CARAKU MEMANJAKAN SANG SEMPURAN

Penulis: Kak Umaya Rahmawati


Panas sudah mencapai 40 derajat, gersang benar benar gersang, serasa di gurun pasir
Ku telusuri jalanan kota Bojonegoro dengan keringat bercucuran di dalam helm kebanggan ku
Es degan, es teh, teh poci menari-nari di sepanjang jalan seraya merayu si haus dahaga untuk menikmati tetesan demi tetesan segeranya
Saat itu tepatnya aku sedang berpuasa pada hari Kamis, dan yang melihat kesegaran yang begitu hakiki hanya dapat berucap dalam batin "andai aku tak puasa, sudah ku jamah mereka"
Bisikan setan menjadi-jadi tatkala aku lewat di jalan menuju stadion Bojonegoro, berbagai jajan favorit berjejer disana
Ku tengok jam 13.00
Matahari sedang teriak-teriak di atas kepala
"Masih 3 jam lagi , lama sekaliii" Gerutuku dalam hati.
Akhirnya sampailah aku di pom bensin Kalianyar ku isi bensinku, dan kemudian ku masuk masjid
Dan aku tersadar bahwa, ini ujianku, puasa ini wajib untukku, karena nazarku
Sempat aku melalaikan tugasku Tuhan

Mayi Maya mayo

Wednesday, November 4, 2020

RADIO DAN AKU

Penulis: Kak Listari


Berawal dari masa kanak-kanak, radio adalah barang yang sangat berarti bagiku. Minggu pagi, aku sering memutar-mutar potensi radio untuk mencari acara kanak-kanak. Suara nyaring ibu-ibu guru TK yang memanggil putra-putri yang akan tampil, bernyanyi, membaca puisi, bercerita atau yang yang lainnya. Sambil komat-kamit tak jelas, mulut kecilku ikut menirukan lagu-lagu yang kebetulan aku kenal. Radio juga pertanda jika aku harus segera bangun pagi jika lagu Indonesia raya sudah mulai di putar. 

Acara lain yang aku tunggu adalah cerdas cermat yang di siarkan secara langsung. Walau hanya suara terdengar, namun aku ikuti dengan sebaik-baiknya. Banyak ilmu yang aku timba dari cerdas cermat tersebut.

Salah satu acara yang hampir tidak ketinggalan adalah tangga lagu-lagu. Baik lagu dangdut maupun lagu pop. Pada acara ini sangat mendebarkan, karena takut lagu favorit akan turun tangga. Tak jarang, aku kecewa karena lagu yang aku andalkan tiba-tiba turun beberapa tangga. Hadeh. Yang paling asyik lagi adalah, acara serial drama. Banyak serial drama yang aku ikuti, salah satunya misteri gunung Merapi. Serial drama yang bisa membawa pendengar larut dalam cerita, menangis, tertawa, marah dan sebagainya.


Semasa SMP, radio adalah sahabatku sepanjang pagi. Betapa tidak, saat SMP aku sekolah di SMP swasta dan masuk siang, sedang teman-temanku banyak yang di SMP Negeri masuk pagi, sehingga sahabat pagiku adalah radio. Mulai bangun tidur aku sudah putar radio. Bersih-bersih sekitar rumah, mencuci pakaian, bantu ibu masak, radio selalu menemani tidak jauh dariku. Lagu-lagu pop yang sering aku dengarkan, hingga aku banyak yang hafal lagu-lagu pop Indonesia saat itu. Mulai dari Betaria Sonata, Meriam Bellina, Jamal Mirdad, Dian Pisesha, Boy Sandi dan masih banyak yang tidak ingat untuk kusebutkan.

Radio juga merupakan petunjuk waktu bagiku. Jika sudah waktunya berita di salah satu stasiun radio, ada siaran berita jam 11, artinya aku harus sudah mulai mandi dan bersiap-siap untuk sholat dhuhur dan berangkat sekolah. 

Kecintaanku terhadap radio, ternyata menurun dari bapakku. Sering ketika aku tertidur, tiba-tiba radio sudah berpindah di kamar ayah. Sebaliknya, sering radio yang di tinggal tidur oleh ayah, aku ambil pelan-pelan. Radio di rumahku memang cuma satu, tapi kami sering bergantian. Ada acara yang sering kami nikmati sekeluarga, yaitu ludruk RRI. Biasanya kalau sudah Jumat malam, radio selalu ayah yang pegang. Yach beliau memutar ludruk RRI dengan kencang, hingga seluruh keluarga bisa mengikuti ceritanya. Namun ada satu acara yang sampai saat ini aku tidak bisa menikmati, yaitu WAYANG. Setiap Sabtu malam, pasti ayah memboyong radio bersama beliau. Kadang-kadang aku tersenyum sendiri, karena radio ada di dalam sarung. Ya di keloni (dipeluk). Mungkin beliau takut kehilangan cerita wayang malam itu.

Cinta radio bukan hanya ayah dan aku saja, ibu dan ibu mertuaku juga pecinta radio. Setiap pagi ketika harus aku tinggal di rumah, untuk kerja, ibu dan ibu mertuaku juga di temani radio. Mereka punya masing-masing. Tak jarang 2 radio terdengar dua-duanya, walau satu kamar. Dan sekarang, ketika ibu harus meninggalkan kami selamanya, radio itu masih aku simpan.


O ya, ada satu acara yang hampir tidak pernah absen, yaitu acara TRIO BURULU, acara komedian dan merupakan potret masyarakat kala itu. Yach...acara TRIO BURULU kepanjangan dari BUnali, RUminah, Lumut, ada di Radio SUSANA, Surabaya. Acara ini sering mengocak perut dengan peran mereka masing-masing.

Singkat cerita, ketika aku tugas di kecamatan Gondang, Radio juga menemani aku di setiap waktu. Tugas di sebuah desa yang jauh dari rumah asalku tanpa suami dan keluarga lain, radio cukup menggantikan mereka sementara. Di wilayah ini radio Wijangsongko Kediri yang paling sering aku putar, karena suara terdengar jelas dan acaranya banyak yang menarik. Seiring perkembangan zaman, radio tergeser keberadaannya, termasuk aku, perlahan-lahan, aku meninggalkannya. Namun demikian, aku masih sesekali memutarnya walau tidak seteratur dulu. Radio sangat berarti bagiku.

Ditulis tanggal 03 November 2020

Tuesday, November 3, 2020

LIMBUNG DI SUPERMARKET (TRUE STORY)

Penulis: Kak Listari

Sabtu siang 31 Oktober 2020, kami merencanakan untuk donor darah di PMI Bojonegoro. Beberapa rencana sudah kami susun, termasuk akan mampir di toko bunga untuk membayar bunga yang sudah di antar ke rumah, tapi belum terbayar, karena tidak ketemu. Persiapan juga sudah dimulai. Mandi, ganti pakaian dan juga menyelipkan sejumlah uang di dompet kecilku. Waktu yang kami tentukan pun tiba, namun rencana tinggal rencana, karena Allah sedang menurunkan Rahmad kepada umatNya, berupa air segar. Langkahpun terhenti, bukan karena tidak rela kena air hujan, tapi semata-mata untuk memanjakan diri.

Selepas Maghrib, aku renda waktu dengan mendengarkan musik dan bernyanyi ala diriku, melalui Starmaker. Ada rasa kurang enak di badan, tidak aku hiraukan. Setelah tunaikan sholat isyak, bergegas aku tarik selimut dan mencoba untuk memejamkan mata. Akupun tertidur. Setelah beberapa lama, aku terjaga. Kala itu ku lihat jam dinding menunjukan 11.40. Ah masih belum larut pikirku. Aku turun dari tempat istirahatku dan melangkahkan kakiku menuju kamar kecil. Karena belum larut, aku kembali ke pulau busaku lagi. Lelap hingga pagi. Dan ketika suara suami membangunkan aku untuk sholat, ada beban yang menahan. Tapi aku tetap berusaha bangkit dan ambil air wudhu lalu sholat. Ada yang aneh di tubuhku, pinggang dan perut terasa kaku, ada sedikit pusing diujung kepala.

Seusai sholat aku buka Hp. Teringat setiap minggu pagi, kami gowes bersama. Gerimis kata salah satu temanku. Aku membalas dengan kalimat kepalaku pusing. Setelah diskusi kecil, di putuskan untuk libur gowes. Aku lega, karena memang gerimis dan kondisi badanku ada yang aneh. Minggu pagi, aku habiskan waktu dengan beres-beres yang berantakan. Singkat cerita, suami yang sudah berangkat tennes lebih dulu di SMPN 5 Bjn, menelpon. Mengajak donor di ajukan jamnya. Ok.

Jam 9.30, aku berangkat ke PMI, dengan sedikit menahan pusing ringan di jidad. Sesampai disana, kutemui suami yang sedang menunggu kedatanganku. Aku juga disambut petugas dengan menyodorkan kertas yang harus saya isi. Dan cek darah pun di lakukan. Alhamdulillah, darah bagus, tekanan darah 139/79. BAGUS. Setelah pengecekan selesai, aku ambil posisi sebelah kiri, karena tangan kananku yang biasa diambil darah, sedang suami baring di posisi kanan karena tangan kiri yang biasa diambil darahnya. Kami sering melakukan donor bareng. Setelah semuanya selesai, suami melanjutkan kegiatan ke SMPN 5 Bjn untuk tennes, sedang aku dan cucu mampir ke bravo, untuk sekedar cuci mata dan beli jajanan ringan.

Aku pilih kue yang kusuka dengan merundukan badan, ketika aku berusaha berdiri, mata terasa berkunang-kunang. Ah....hal biasa, gumamku. Saat itu aku lihat P. Rasmadi bersama istri dan putrinya sedang berbelanja. Aku sapa beliau, karena kebetulan aku yang melihat lebih dulu. Kami bertegur sapa sejenak. Kemudian, say good by. Barang-barang yang kuinginkan sudah cukup, akirnya aku ke kasir. Bravo supermarket benar-benar ramai. Aku antri di deretan keranjang nomer tiga. Di depanku berdiri seorang pemuda yang juga sedang mengantri.

Tiba-tiba pemuda itu menggeser tas belanja ke deretan kedua, hampir bareng dengan aku menggeser ke deretan kedua juga. Nah, percakapan mulai dari sini. Dia tanya rumahku, akupun balas bertanya. Ada tanya jawab yang cukup berarti. Ternyata aku pernah mengenalnya, bahkan dulu sering menggodanya. Dia mas Aris, adik kandung almarhumah mbak Alifah. Mbak Alifah teman ngajar ketika di SMP Islam Kedungbondo tahun I990an. Tibalah mas Aris di depan kasir, saat itu badanku terasa gemetar, seperti mau oleng, mataku gelap, keringat mengucur deras, hingga basah bajuku. Aku seperti gak.kuat berdiri, aku mengeluh lirih dengan mas Aris. Mas mataku kok gelap yaa. Tapi karena mas Aris sedang menurunkan barang di meja kasir, mungkin tidak mendengar keluhku.

Saat itu di otakku masih komentar, masak aku mau pingsan? Ah enggak ah. Tepisku, Tapi aku mulai gak kuat, aku berpegang di tiang dekat kasir, dan aku gak tahu apa yang terjadi. Mungkin di tiang itu aku sudah tidak sadar. Tiba-tiba ada suara lho lho lho dari mas Aris, aku limbung, jatuh di depan kasir. Aku hanya merasakan ada yang menarik tubuhku. Saat itu juga terdengar suara menyebutku. Seperti B. Warto? Aku menoleh, ternyata dari B. Rasmadi suara tersebut. Alhamdulillah ada B. Rasmadi dan Mas Aris yang membantuku. Setelah duduk beberapa saat di depan kasir, saya diajak beranjak mencari kursi untuk istirahat. Pak Satpam juga ikut mencarikan solusi. Aku lihat P. Rasmadi mencoba menelpon suami yang sedang tennes.

Tak beberapa lama, suamipun datang. Dan beberapa saat kemudian, karena saya sudah merasa membaik, B. Rasmadi juga pamit. Aku dan suami meyusul di belakang. Yach, mau tidak mau sepeda suami harus berhenti dulu di parkiran bravo. Aku diantar pulang lebih dulu. Sambil masih menahan mual, sepeda motor melaju ke timur. Dalam perjalanan juga diiringi turunnya air dari langit, menambah sejuk di badan. Alhamdulillah, semua telah berlalu, semua sudah membaik.


True story

Lies, 1 Nopember 2020 

Tuesday, October 27, 2020

UNTUNG NABINYA BUKAN ANTUM

Karya : KH Ahmad Mustofa Bisri / Gus Mus

Dikutip oleh : Kak Puji Hartono

Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang punya prinsip

"Buat Mudah jangan buat sulit!".

"Gembirakan jangan kau takut-takuti".

"Dekati! Jangan buat lari!".

"Yassiru wa laa Tu'assiruu!",

"Bassyiru wa laa tundziru!" ....

Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu : MEMBID'AH - BID'AHKAN, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri. Coba lihatlah bagaimana Rosululloh SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus. Semua ini, hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh SAW. Antara lain: 

Pertama; 

Bilal bin Robah setiap kali hadats beliau langsung bersuci. Bilal juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan. Hal ini beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri. Tidak ada petunjuk khusus dari Rosululloh SAW. Lalu bagaimanakah respon Rosululloh SAW ? apakah Rosululloh berkata : "Hai Bilal engkau telah membuat kreasi sendiri dalam ibadah”.

Engkau telah berbuat BID'AH ! Engkau telah SESAT ! Nerakalah tempatmu!". Apakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?. Sama sekali TIDAK, Bahkan Rosululloh SAW  memuji Bilal, "Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" (diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman)

Kedua;

Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme, Khubaib bin Adi al-Anshori melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays, hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya di tiang salib. Sholat yang dilakukan oleh Khubaib bin Adi ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang orang kafir. (silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan al-Bukhori dan Ahmad).

Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib muncul dari inisiatifnya sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan mulia. Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat. Rasululloh SAW tidak pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu, misalnya Rasululloh SAW memerintahkan "Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh orang-orang kafir!".

Tidak! .... Nabi SAW tidak mengajarkannya. Lalu apakah Rasululloh SAW kemudian berkata seperti perkataan orang WAHABI Apakah Nabi SAW menyesatkan Khubaib sebagaimana wahabi menyesatkan saudaraya sendiri..!! Apakah setelah Nabi mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib kemudian beliau berkata "Khubaib telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... Tidak! Sekali lagi Tidak!...Beruntung sekali Khubaib Bin Adi.

 

Ketiga;

Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba', setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain. Jadi surat apapun yang Ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas. Hingga berita ini sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat yang menjadi imam itu, Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?, apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat itu menjawab, "Sungguh aku mencintai surat itu". Lalu Nabi SAW berkata,"Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga". (lihat fathul Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati). Masya Allah ...inilah Nabi kita. 

Lihatlah!!! ..... Apakah Nabi langsung melotot, sambil teriak, "SESAT KAU!!", "BID'AH KAU!", "Engkau telah membuat hal-hal baru dalam agama, engkau melakukan sesuatu yang tidak aku contohkan, yang tidak aku ajarkan!!!" Tidak..sekali lagi Tidak... bahkan Nabi SAW berkata, "Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga".

Keempat;

Qotadah bin Nu'man, sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar, setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi. Dan bagaimanakah tangapan Nabi? Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? . Apakah Nabi mengatakan "jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya". Apakah Nabi berkata, "Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!. Malah sebaliknya Rasulullah SAW dengan lembut dan motivasi yang tinggi beliau berkata " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an” beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man

Kelima;

Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali orang Wahabi yang hobi membid'ahkan. Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat  kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud). Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan Wahabi, Engkau melakukan Ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau!.... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz. Dan sampai sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal. ALHAMDULILLAH, Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. sebenarnya masih banyak sekali ibadah2 yang tidak di ajarkan sama Nabi tapi tidak menyimpang dari Ajaran Nabi. Wallahu a'lam


PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...