Dokumentasi Kegiatan-kegiatan Pramuka Gudep 04.107/04.108 Pangkalan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro Jawa Timur
Sunday, November 8, 2020
DIBALIK SANG DUTA PENARI
Saturday, November 7, 2020
CARAKU MEMANJAKAN SANG SEMPURAN
Ku telusuri jalanan kota Bojonegoro dengan keringat bercucuran di dalam helm kebanggan ku
Es degan, es teh, teh poci menari-nari di sepanjang jalan seraya merayu si haus dahaga untuk menikmati tetesan demi tetesan segeranya
Saat itu tepatnya aku sedang berpuasa pada hari Kamis, dan yang melihat kesegaran yang begitu hakiki hanya dapat berucap dalam batin "andai aku tak puasa, sudah ku jamah mereka"
Bisikan setan menjadi-jadi tatkala aku lewat di jalan menuju stadion Bojonegoro, berbagai jajan favorit berjejer disana
Ku tengok jam 13.00
Matahari sedang teriak-teriak di atas kepala
"Masih 3 jam lagi , lama sekaliii" Gerutuku dalam hati.
Akhirnya sampailah aku di pom bensin Kalianyar ku isi bensinku, dan kemudian ku masuk masjid
Dan aku tersadar bahwa, ini ujianku, puasa ini wajib untukku, karena nazarku
Sempat aku melalaikan tugasku Tuhan
Wednesday, November 4, 2020
RADIO DAN AKU
Tuesday, November 3, 2020
LIMBUNG DI SUPERMARKET (TRUE STORY)
Sabtu siang 31 Oktober 2020, kami
merencanakan untuk donor darah di PMI Bojonegoro. Beberapa rencana sudah kami susun,
termasuk akan mampir di toko bunga untuk membayar bunga yang sudah di antar ke
rumah, tapi belum terbayar, karena tidak ketemu. Persiapan juga sudah dimulai.
Mandi, ganti pakaian dan juga menyelipkan sejumlah uang di dompet kecilku. Waktu
yang kami tentukan pun tiba, namun rencana tinggal rencana, karena Allah sedang
menurunkan Rahmad kepada umatNya, berupa air segar. Langkahpun terhenti, bukan
karena tidak rela kena air hujan, tapi semata-mata untuk memanjakan diri.
Selepas Maghrib, aku renda waktu dengan
mendengarkan musik dan bernyanyi ala diriku, melalui Starmaker. Ada rasa kurang
enak di badan, tidak aku hiraukan. Setelah tunaikan sholat isyak, bergegas aku
tarik selimut dan mencoba untuk memejamkan mata. Akupun tertidur. Setelah
beberapa lama, aku terjaga. Kala itu ku lihat jam dinding menunjukan 11.40. Ah
masih belum larut pikirku. Aku turun dari tempat istirahatku dan melangkahkan
kakiku menuju kamar kecil. Karena belum larut, aku kembali ke pulau busaku
lagi. Lelap hingga pagi. Dan ketika suara suami membangunkan aku untuk sholat,
ada beban yang menahan. Tapi aku tetap berusaha bangkit dan ambil air wudhu
lalu sholat. Ada yang aneh di tubuhku, pinggang dan perut terasa kaku, ada
sedikit pusing diujung kepala.
Seusai sholat aku buka Hp. Teringat
setiap minggu pagi, kami gowes bersama. Gerimis kata salah satu temanku. Aku
membalas dengan kalimat kepalaku pusing. Setelah diskusi kecil, di putuskan
untuk libur gowes. Aku lega, karena memang gerimis dan kondisi badanku ada yang
aneh. Minggu pagi, aku habiskan waktu dengan beres-beres yang berantakan. Singkat
cerita, suami yang sudah berangkat tennes lebih dulu di SMPN 5 Bjn, menelpon. Mengajak
donor di ajukan jamnya. Ok.
Jam 9.30, aku berangkat ke PMI, dengan
sedikit menahan pusing ringan di jidad. Sesampai
disana, kutemui suami yang sedang menunggu kedatanganku. Aku juga disambut
petugas dengan menyodorkan kertas yang harus saya isi. Dan cek darah pun di
lakukan. Alhamdulillah, darah bagus, tekanan darah 139/79. BAGUS. Setelah
pengecekan selesai, aku ambil posisi sebelah kiri, karena tangan kananku yang
biasa diambil darah, sedang suami baring di posisi kanan karena tangan kiri
yang biasa diambil darahnya. Kami sering melakukan donor bareng. Setelah
semuanya selesai, suami melanjutkan kegiatan ke SMPN 5 Bjn untuk tennes, sedang
aku dan cucu mampir ke bravo, untuk sekedar cuci mata dan beli jajanan ringan.
Aku pilih kue yang kusuka dengan
merundukan badan, ketika aku berusaha berdiri, mata terasa berkunang-kunang.
Ah....hal biasa, gumamku. Saat itu aku lihat P. Rasmadi bersama istri dan
putrinya sedang berbelanja. Aku sapa beliau, karena kebetulan aku yang melihat
lebih dulu. Kami bertegur sapa sejenak. Kemudian, say good by. Barang-barang
yang kuinginkan sudah cukup, akirnya aku ke kasir. Bravo supermarket
benar-benar ramai. Aku antri di deretan keranjang nomer tiga. Di depanku
berdiri seorang pemuda yang juga sedang mengantri.
Tiba-tiba pemuda itu menggeser tas
belanja ke deretan kedua, hampir bareng dengan aku menggeser ke deretan kedua
juga. Nah, percakapan mulai dari sini. Dia tanya rumahku, akupun balas
bertanya. Ada tanya jawab yang cukup berarti. Ternyata aku pernah mengenalnya,
bahkan dulu sering menggodanya. Dia mas Aris, adik kandung almarhumah mbak
Alifah. Mbak Alifah teman ngajar ketika di SMP Islam Kedungbondo tahun I990an. Tibalah
mas Aris di depan kasir, saat itu badanku terasa gemetar, seperti mau oleng,
mataku gelap, keringat mengucur deras, hingga basah bajuku. Aku seperti
gak.kuat berdiri, aku mengeluh lirih dengan mas Aris. Mas mataku kok gelap yaa.
Tapi karena mas Aris sedang menurunkan barang di meja kasir, mungkin tidak
mendengar keluhku.
Saat itu di otakku masih komentar, masak
aku mau pingsan? Ah enggak ah. Tepisku, Tapi aku mulai gak kuat, aku berpegang
di tiang dekat kasir, dan aku gak tahu apa yang terjadi. Mungkin di tiang itu
aku sudah tidak sadar. Tiba-tiba ada suara lho lho lho dari mas Aris, aku limbung,
jatuh di depan kasir. Aku hanya merasakan ada yang menarik tubuhku. Saat itu
juga terdengar suara menyebutku. Seperti B. Warto? Aku menoleh, ternyata dari B.
Rasmadi suara tersebut. Alhamdulillah ada B. Rasmadi dan Mas Aris yang
membantuku. Setelah duduk beberapa saat di depan kasir, saya diajak beranjak
mencari kursi untuk istirahat. Pak Satpam juga ikut mencarikan solusi. Aku
lihat P. Rasmadi mencoba menelpon suami yang sedang tennes.
Tak beberapa lama, suamipun datang. Dan
beberapa saat kemudian, karena saya sudah merasa membaik, B. Rasmadi juga
pamit. Aku dan suami meyusul di belakang. Yach, mau tidak mau sepeda suami
harus berhenti dulu di parkiran bravo. Aku diantar pulang lebih dulu. Sambil
masih menahan mual, sepeda motor melaju ke timur. Dalam perjalanan juga
diiringi turunnya air dari langit, menambah sejuk di badan. Alhamdulillah,
semua telah berlalu, semua sudah membaik.
True story
Lies, 1 Nopember 2020
Tuesday, October 27, 2020
UNTUNG NABINYA BUKAN ANTUM
Dikutip oleh : Kak Puji Hartono
Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang
Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang
punya prinsip
"Buat Mudah jangan buat sulit!".
"Gembirakan jangan kau takut-takuti".
"Dekati! Jangan buat lari!".
"Yassiru wa laa Tu'assiruu!",
"Bassyiru wa laa tundziru!" ....
Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu : MEMBID'AH - BID'AHKAN, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri. Coba lihatlah bagaimana Rosululloh SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus. Semua ini, hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh SAW. Antara lain:
Pertama;
Bilal bin Robah setiap kali hadats beliau langsung bersuci. Bilal
juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan. Hal ini
beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri. Tidak
ada petunjuk khusus dari Rosululloh SAW. Lalu bagaimanakah respon Rosululloh
SAW ? apakah Rosululloh berkata : "Hai Bilal engkau telah membuat kreasi
sendiri dalam ibadah”.
Engkau telah berbuat BID'AH ! Engkau telah SESAT ! Nerakalah tempatmu!". Apakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?. Sama sekali TIDAK, Bahkan Rosululloh SAW memuji Bilal, "Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" (diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman)
Kedua;
Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme, Khubaib bin Adi
al-Anshori melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays,
hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya di tiang salib. Sholat yang
dilakukan oleh Khubaib bin Adi ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh
para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang orang
kafir. (silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan
al-Bukhori dan Ahmad).
Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib muncul dari inisiatifnya
sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan
mulia. Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat. Rasululloh SAW tidak
pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu, misalnya Rasululloh SAW
memerintahkan "Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh
orang-orang kafir!".
Tidak! .... Nabi SAW tidak mengajarkannya. Lalu apakah Rasululloh
SAW kemudian berkata seperti perkataan orang WAHABI Apakah Nabi SAW menyesatkan
Khubaib sebagaimana wahabi menyesatkan saudaraya sendiri..!! Apakah setelah
Nabi mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib kemudian beliau berkata "Khubaib
telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... Tidak! Sekali lagi Tidak!...Beruntung
sekali Khubaib Bin Adi.
Ketiga;
Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba',
setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat
al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain. Jadi surat apapun yang
Ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas. Hingga
berita ini sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat
yang menjadi imam itu, Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?,
apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat
itu menjawab, "Sungguh aku mencintai surat itu". Lalu Nabi SAW
berkata,"Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga". (lihat fathul
Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati). Masya
Allah ...inilah Nabi kita.
Lihatlah!!! ..... Apakah Nabi langsung melotot, sambil teriak, "SESAT
KAU!!", "BID'AH KAU!", "Engkau telah membuat hal-hal baru
dalam agama, engkau melakukan sesuatu yang tidak aku contohkan, yang tidak aku
ajarkan!!!" Tidak..sekali lagi Tidak... bahkan Nabi SAW berkata, "Apa
yang kau cintai akan membawamu ke surga".
Keempat;
Qotadah bin Nu'man, sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar, setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi. Dan bagaimanakah tangapan Nabi? Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? . Apakah Nabi mengatakan "jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya". Apakah Nabi berkata, "Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!. Malah sebaliknya Rasulullah SAW dengan lembut dan motivasi yang tinggi beliau berkata " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an” beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man
Kelima;
Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali orang Wahabi yang hobi membid'ahkan. Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud). Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan Wahabi, Engkau melakukan Ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau!.... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz. Dan sampai sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal. ALHAMDULILLAH, Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. sebenarnya masih banyak sekali ibadah2 yang tidak di ajarkan sama Nabi tapi tidak menyimpang dari Ajaran Nabi. Wallahu a'lam
PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA
Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...
-
Berkebun adalah salah satu kegiatan yang bisa kakak-kakak lakukan di rumah. Manfaat berkebun sangat banyak, diantaranya : menghasilkan buah-...
-
Gambar TKK Pemimpin Menyanyi (Dirigen/Conductor) Salam Pramuka! Salam untuk kakak-kakak semua, semoga sehat selalu. Aamiin… Kakak, hari ini ...
-
Gambar TKK Pelukis Untuk Golongan Siaga Seorang Pramuka Siaga harus: 1) dapat mengenal gambar seorang tokoh nasional atau tokoh pelukis Indo...







