Showing posts with label Tema Umum. Show all posts
Showing posts with label Tema Umum. Show all posts

Sunday, January 10, 2021

SAJAK TENTANG PENDIDIKAN

Penulis: Kak Puji Hartono


Pendidikan merupakan senjata yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.
Pendidikan yang sejati akan melahirkan harapan baru.
Semakin banyak yang kamu baca,semakin banyak yang kamu tahu. Semakin banyak kamu tahu, akan semakin sering kamu belajar. Semakin banyak belajar akan semakin berilmu. Semakin berilmu, makin banyak relasi. Semakin banyak relasi maka akan semakin mudah bagi kita untuk sekedar mengelilingi dunia ini.
Saya bukan orang pintar, namun saya telah mengenal, menerima, dan memikirkan banyak sekali pertanyaan.
Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, ia adalah hidup itu sendiri.
Ceritakan kepadaku, maka aku akan lupa. Ajarkan aku, mungkin aku bisa mengingatnya. Ajak dan libatkan lah aku, maka aku akan belajar.
Kulit dari pendidikan itu memang pahit, namun buahnya sangatlah manis dan aromanya wangi.
Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kebebasan.
Tujuan utama dari pendidikan adalah mengubah JENDELA menjadi PINTU.
Filosofi dari pendidikan saat ini akan menjadi filosofi pemerintahan di masa yang akan datang.
Belajarlah dari masa lalu jika kita ingin mendefinisikan masa depan.
Saya telah belajar segala sesuatu dari banyak kesalahan. Satu-satunya hal yang tidak saya pelajari adalah BERHENTI membuat kesalahan-kesalahan itu.
Dengan mencari dan berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru.
Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan.
Perpustakaan adalah surga bagi para pembaca.
Bagian terbesar dari pendidikan adalah apa yang kita dengar, kita lihat, dan kita rasakan, dan kita alami setiap saat bukan berasal dari pelajaran yang kita dapat dari dalam kelas.
Aku akan meraih pengetahuanku, apakah itu dirumah, disekolah, dikampus, dikantor,atau dimanapun aku berada.
Seribu kali lebih baik bagi kita memiliki kepekaan tanpa pendidikan daripada berpendidikan tetapi tidak peka.
Data bukanlah informasi, informasi bukanlah pengetahuan, pengetahuan bukanlah pemahaman, dan pemahaman bukanlah kebijaksanaan.
Pendidikan adalah bagaimana kita bertahan ketika kita lupa terhadap apa yang telah kita pelajari.
Saya tidak bisa hidup tanpa buku.
Kebijaksanaan bukanlah dilihat dari usia, tapi dilihat dari pengalaman dan pengetahuannya.
Satu-satunya penghalang tentang dunia ini adalah pengetahuan tentang dunia itu sendiri.
Pendidikan bukanlah pengganti kecerdasan.
Kita bisa saja tahu sebutan untuk guru dalam berbagai jenis bahasa, tetapi kita tidak akan benar-benar tahu seperti apa guru itu sebelum kita melihat apa yang dilakukannya.
Hal yang paling baru di dunia ini adalah sejarah yang tidak kau ketahui.
Pendidikan tetaplah pendidikan. Kita harus belajar apapun, kemudian memutuskan mana yang akan kita ikuti. Karena pendidikan bukanlah persoalan hitam atau putih, barat atau timur, pendidikan adalah manusia itu sendiri.
Tinta seorang yang berpengetahuan lebih suci daripada darah seorang martir.
Satu-satunya kegagalan didunia ini adalah ketika kita berhenti untuk belajar.
Belajar adalah hiasan dalam kemakmuran, perlindungan dalam kesulitan, dan tunjangan dimasa tua.
Akhlak yang baik akan mampu membuka pintu kesuksesan yang tidak bisa dibuka oleh pendidikan.
Hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi, karena semakin seorang paham perbedaan, dia akan paham makna kebersamaan.
Pendidikan seseorang takkan sempurna sampai kematian mendatanginya.
Jika tindakan kita menginspirasi banyak orang maka lakukanlah sebanyak mungkin kebaikan dan belajarlah dengan lebih tekun karena kita adalah penerang dalam jalan impian mereka.
Jangan pernah mencari-cari kesalahan namun temukanlah cara untuk memperbaiki kesalahan itu.
Jadikanlah karakter kita layaknya air, siapapun, apapun, dan sampai kapanpun akan terus dibutuhkan.
Kualitas keilmuwan seseorang bukan dilihat dari tinggi dan banyaknya title pendidikannya, namun lihatlah pembawaannya, bagaimana ia berkata dan bertindak.
Mereka yang akan selalu dikenang didunia ini adalah mereka yang menjadi penerang dalam hidup, panutan dalam berkata, dan contoh dalam bertahta. Merekalah orang orang dengan karakter terbaik.
Sikap dan karakter adalah dua.

sumber foto: its.ac.id

Saturday, January 9, 2021

APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Sampai kini saya tidak tahu,
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu,
Dapat menyambung lambungku, 
Istriku dan anak-anakku,
Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku,
Kuhabiskan di meja pendidikan,
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan,
Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah,
Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan,
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku,
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang,
Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta,
Apa kabar pendidikan negeriku,
Adakah kini kau sudah berbenah,
Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah,
Dan masa depan nan cerah?

sumber foto: timesindonesia.com

Friday, January 8, 2021

PUISI: BUKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Buku...
Kau tempatku menabur ilmu...
Kau jendela di hidupku...
Kau tempatku goreskan jutaan pena...
Namun, terkadang orang mengabaikannya...
Kau tertumpuk deraian debu...

Buku ...
Kau tempatku berbagi rasa....
Meski engkau hanya diam membisu...
Lembaran demi lembaran yang terisi...
Tertancap keindahan ilmu menawan...
Terselip kata demi kata...
Yang mengisi hari-harimu...

Buku...
Kau tempatku goreskan pena...
Goresan pena kini tertancap di badanmu...
Jutaan kata kini terlukis di badanmu...
Kau tempatku lukiskan keindahan...
Kau tempatku berbagi kesakitan....

Buku...
Kau yang mengajariku arti kehidupan...
Tiada pantas hidup ini kulewati…
Tanpa engkau di sisiku...
Kau guru yang hanya bisa diam membisu...
Namun, kau memberikan jutaan ilmu yang tersimpan di setiap lembaran...

sumber foto: pinterpandai.com

Thursday, January 7, 2021

Puisi tentang Pendidikan Indonesia


Jauh disana,
Mereka tak mengenal angka
Bahkan hurufpun mereka buta
Kita disini menikmati gemerlap dunia
Lupa bahwa ada yang tengah dilanda kebodohan nyata

Di sana, sangat jauh disana
Mereka berjalan menyusuri hutan
Menerjang sungai
Tuk sekedar duduk di rumah reyot
Menanti guru memberi curahan ilmu

Di sini,
Bahkan jarak tak lagi berjarak
Kuda mesin menjadi pengantar setia
Bahkan disini,
Gedung megah bertingkat mewah
Namun kian tak beradab

Wahai Indonesiaku
Wahai para wakil wakyat
Kapan kalian mewakili kami
Saat kami tertatih demi mengerti bahasa
Saat kami tersingkir karena sarana
Kalian lihai memainkan kata
Menipu angka
Membawa hak kami kedalam perut kalian

Neraka menjadi akhir kalian
Yang tega bersenang dengan harta kami
Hingga kami tersusah di terjang kemiskinan
Pendidikan macam apa ini
Yang terdidik justru menghardik
Yang pintar justru semakin liar
Dan yang papa kian tak tersuarakan

Bagaimana kawanku, inilah Indonesia, dengan berbagai kekayaan alamnya. Pendidikan Indonesia masih juga tak bisa dioptimalkan. Yang duduk di kursi nyaman justru tertidur ketika rapat paripurna.Yang mengelola harta kita justru menggunakannya demi kekayaan semata.

sumber foto: film laskar pelangi

Wednesday, January 6, 2021

Puisi tentang Lingkungan Sekolah

Penulis: Kak Puji Hartono


Lambat menjalar waktu
Suasana hening dalam kekhusu'an menggali ilmu
Sekolahku, gudang ilmuku
Perantara Tuhan dan Kewujudan Alamku

Engkau semakin reot
Tapi ilmu yang menjadi isimu
Tak pudar dengan segala rintangan
Meski berbilik kayu berlantai tanah
Engkau tetap menjadi tempatku mengabdi ilmu

Wahai yang disana
Yang duduk mewakili  rakyat ( Katanya )
Lihatlah kami disini
Menahan dingin saat angin menerpa
Menahan dingin saat air membanjir mengalir

Wahai yang duduk di atas pangkat
Cobalah tengok rakyatmu disini
Kemana guru - guru kami
Yang lama tak kau gaji
Kemana suasana nyaman belajar
Saat kami ingin impian dapat kami kejar
Dimana pendidikan kalian
Atau tahta telah melupakan janji - janji
Hingga kemudian para siswa mati
Dalam kebodohan dan kejahilan

sumber foto: jurnalistiwa.co.id

Tuesday, January 5, 2021

PENOLONG DALAM KEGELAPAN (GURU)


Sosok yang tanpa mengenal lelah.
Sosok yang menindas perlakuan kasar yang dilontarkan siswa-siswi kepadanya.
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas walaupun kening dan pipi mereka sudah mulai memancarkan kekusutan dari raut wajahnya.
Wahai guruku…
Kau telah memberi warna pelangi di dalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan.
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datang.
Kau mengajarkan yang awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan, orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu.
 
Guru…
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian,
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar,
Tak banyak serumpun do'a yang kami panjatkan,
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadilah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH,
Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta.
 
Sinar pagi membelah bumi,
Sang pengabdi berjalan menenteng lambaran ilmu,
Bersamanya ada lautan pengetahuan,
Yang akan tersiram kepada para pencari wawasan.
 
Guru…
Dalam lenguh segalah perihmu,
Engkau tetap tersenyum menahan pilu,
Dalam perih segalah sakitmu,
Kau berjalan menuntun kami menjadi generasi berilmu.
 
Di pundak kami,
Ada harapan Ayah dan Ibu,
Ada cita - cita menggapai indah masa depan,
Dan engkau Wahai Guru,
Mengangkat pundak kami,
Dan meyakinkan kepada Kami,
"Kalian Pasti Bisa".

sumber foto: salamadian.com

Monday, January 4, 2021

KUMPULAN KATA MUTIARA: PENYEMANGAT, MOTIVASI, DAN CINTA

Penulis: Kak Puji Hartono

Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya.
 
Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
 
Hargai dia yg membencimu, karena dia adalah penggemar yg telah menghabiskan waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu.
 
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
 
Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.
 
Jangan bandingkan orang yg mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yg kini berusaha membuatmu bahagia.
 
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.
 
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.

Sunday, January 3, 2021

TAHUN BERGANTI

Penulis: Kak Puji Hartono

Detik merangkak mengintai pergantian
Tahun lima belas
Akan menjelma
Rupa
 
Butir kata merangkai cerita
Lukiskan laksya atma
Walau tertatih
Akhirnya
 
Nadi kaharsa mengalir indahnya
Menutup lembar wistara
Pada Desember
Bahagia
 
Bunga api akan membara
Pada gelapnya angkasa
Dengan suara
Menggema
 
Lembar baru akan terbuka
Harapan tereja bersama
Astama menyerta
Semoga

Saturday, January 2, 2021

DOA DI AKHIR TAHUN (Late Post)

Penulis: Kak Puji Hartono

Tuhan
Ampuni aku
Ku selalu sombong
Berjalan menurut kemampuan diri
Tuhan
Jangan biarkanku
Dalam kekuatan sendiri
Hanya KuasaMu terjadi padaku
Tuhan
Lindungi keluargaku
Jaga anak anakku
Aku hanya berserah padaMu
Tuhan
Aku bersujud
Hanya kehendakMu terjadi
Hidupku di tahun baru

Friday, December 11, 2020

KISAHKU KETIKA NGAJI

Penulis: Kak Listari


Pak/Mbok, aku budhal ngaji (Bapak/ibu, saya berangkat mengaji). Begitu pamitku kepada ayah dan ibuku. Setiap sore menjelang magrib, aku berpamitan kepada orang tua untuk ngaji TURUTAN (kitab dasar untuk anak yang baru belajar ngaji). Saat itu usiaku baru sekitar enam tahunan. Aku memang rajin pergi ke LANGGAR (surau), tak peduli hujan atau becek sekalipun, aku tetap berangkat ngaji. Jika gerimis turun, ayah atau ibukku mengambilkan satu daun pisang untuk aku jadikan pelindung (pengganti payung). Jika jalanan becek, sandal aku tenteng di tangan. Istilahnya NYEKER (berjalan tanpa alas kaki). Jika cuaca cerah, aku sering berangkat lebih awal. Dengan tujuan bisa bermain lebih dulu. Di halaman surau, aku sudah di tunggu teman-teman sebayaku, (maaf gak pakai mbak) ada Mutmainah, Siti Aminah dan masih banyak lagi.

Pernah suatu hari, sebelum tiba sholat magrib, aku dan teman-teman OBAK  DELIKAN (bermain petak umpet). Sasaran untuk sembunyi aku pilih di bawah kolong surau. Saat itu bangunan surau seperti rumah panggung, jadi ada ruang atau rongga di bawahnya. Aman bagiku untuk sembunyi dibawahnya, karena badanku yang mungil. Singkat cerita, waktu sholatpun tiba. Seperti biasa, aku ambil wudhu dan bergegas masuk surau. Ketika aku melangkahkan kaki naik ke surau, beberapa temanku teriak, "Uler, Uler," sambil menunjuk ke arah kerah bajuku yang berwarna putih saat itu. Kontan aku kaget dan berusaha menepiskan tangan kiriku ke arah kerah baju, sambil menoleh, aku lihat seekor ULER GENI (ulat berbulu hitam), sebesar ibu jari sedang bertengger di pundak ku. Ya Allah, takut campur jijik aku dibuatnya. Sejak saat itu aku takut sana ulat.


Masih di tempat yang sama di surau yang berkah, Listari kecil juga sering usil. Usil yang ini tak pernah aku lupakan. Ketika sholat magrib berjalan, aku berada persis di sebelah kiri Dhe Nyamirah (alm), dan saat itu sedang duduk diantara sujud. Pada awalnya aku tidak sengaja jika kaki kananku tertindih pantat DheYam. Seharusnya, duduk antara dua sujud berikutnya, kakiku harus ditata agar tidak tertindih yang kedua. Namun saat itu rasa usilku tiba, justru saat duduk takiyat pertama, kakiku aku selonjorkan lebih panjang lagi biar tertindih. Dan juga takiyat akhir, makin panjang lagi, kaki ku selonjorkan. Alhasil DheNyam tidak nyaman dengan keusilanku. Selesai salam, sedikit omelan aku dapatkan dari beliau. Yach...... karena aku salah, cukup diam seribu bahasa. (Al-fathehah untuk beliau, semoga Husnul khotimah)

Keusilanku tidak hanya berhenti disitu saja. Saat itu aku sudah kelas 4 SD. Lis, Mut, Siti, memang tiga serangkai yang jarang terpisahkan. Saat SD, sekolah, ngaji, bermain, mandi di sungai, sering bareng. Usilpun juga bareng-bareng. Di RT kami terkenal Dhe Sariyem penjual lonthong. Setiap selesai sholat magrib, bisa di pastikan lonthong DheYem sudah matang. (Wayahe ngentas). Bau kas sayur lodeh yang tercium di sekitar, membuat yang mencium tertarik untuk membelinya. Saat itu giliran ngaji kami bertiga sudah selesai. "Ayo nomahe DheYem" salah satu dari kami mengajak. Bertiga setuju, dan berangkatlah ke sebelah barat dapur DheYem (kebetulan jalan setapak).

Di sini setan membisiki kami, entah siapa yang punya ide, tiba kami mengambil dahan daun pepaya. Untuk apa hayooo. Yach.... ini salah satu keusilan kami. Batang daun pepaya kami pakai meniup UBLIK (lentera) nya DheYem yang di gantung di sela-sela dinding yang terbuat dari bambu. Tiupan itu seolah-olah ada angin dari luar dan menerpa lentera. Tiupan pertama oleh Mutmainah, dan matilah lentera di dalam dapur. Terdengar suara lembut DheYem dari dalam. "Hadeh ublikku mati, kenek angin" Sambil menghidupkan kembali dengan mengambil api dari PAWON. Tiupan keduapun kami lakukan. Tapi untung tidak kami lakukan tiupan ketiga, karena suara adzan Isyak sudah terdengar. (Al Fatihah untuk DheYem, semoga tenang di surgaNya) Aamiin.

The third true story
Lies 5-12-20

Sunday, December 6, 2020

KALI APUR (My True Story)

Penulis: Kak Listari


KALI APUR begitu penduduk di desaku menyebut sungai yang melintas di kampung halamanku. Sungai yang menyimpan berjuta kenangan pada masa kecilku, saat ini hampir tidak dikunjungi siapapun. Sungai ini dulu memamng bersih dan indah. Ketika musim kemarau, air yang mengalir sangat jernih. Pada masa-masa begini kami anak-anak dan para remaja bahkan orang dewasa, banyak yang sibuk ambil pasir untuk menguruk jalan kampung. Yach benar, tokoh dukuh bersama warga sering membagi jalan untuk diuruk dengan pasir. Saat itu memang belum ada katel atau sebangsanya. Jalan sepanjang kampung dibagi sesuai jumlah KK yang ada. Cukup ditandai dengan sepotong kayu bambu yang diberi nama. Sangat jelas ingatanku, bahwa keluarga ayahku dapat bagian nomer dua dari ujung utara. Setiap pulang sekolah aku sering bantu kakak-kakakku untuk ambil pasit di sungai. Aku hanya kuat dengan membawa tompo atau bojok. Itupun sudah terasa berat di tubuhku yang mungil.Alhasil, jalan bagian keluargaku selesai lebih cepat, kenapa hayo? Jawabnya, karena kakakku laki-laki semua. Alhamdulillah aku diciptakan Allah memang anak tercantik di keluargaku, dari 8 bersaudara, aku yang paling cantik. Karena ketujuh saudaraku laki-laki semua. Melalui sungai jalan kampungku jadi tidak becek.

Hal yang sangat aku sukai lagi jika air sungai sedang tidak dalam, yaitu GOGO (mencari ikan pakai tangan). Seperti saya ceritakan di atas, kakakku laki-laki semua. Tak heran kalau mereka suka gogo. Karena mereka panutan bagiku, aku sering ikut cebur sungai dan Gogo. Udang kecil, wader jathul, wader, sepat sering kutangkap. Pernah suatu saat tanganku mencoba masuk ke lobang (Leng), eee di dalam lobang ada yang berontak, kaget campur takut aku tarik tanganku, ternyata ada ikan lumayan besar yang lompat. Pingin nangis tapi malu. Eman-eman, tapi ya sudahlah belum rejeki. Sering juga tanganku masuk lobang, eee yang ada kepiting (yuyu).


Lain lagi ceritanya jika air pasang, orang bilang SOSOK NGGAWAN, artinya Bengawan Solo (Nggawan) sedang meluap sehingga air yang dari sungai tidak bisa mengalir di Bengawan Solo, Dar air terkunci (sogok). Saat-saat seperti ini sering saya tunggu, karena airnya bening, seru kalau dipakai BLURON (renang yang gak tahu waktu), saat bluron inilah, kami sebaya sering lomba SLURUP (menenggelamkan diri di dalam air). Sering juga kita CIBLON (membuat musik di air dengan tangan). Yang tak kalah menariknya, aku dan kawan-kawan sering membuat pelampung dari jarit ibu kami. Jarit di basahi, digelembungkan, dan dipakai renang. Kakak-kakakku memang kreatif, kalau sudah musim begini, mereka sering membuat GETHEK (perahu yang dibuat dari batang pisang). Dan aku sering ikut mengapung di atas gethek berjam-jam. Bermain sambil mencari ranting-ranting kayu di kanan kiri sungai.

Lain lagi kalau air datang dari hulu, deras dan keruh. Aku juga heran dengan diriku sendiri, kok berani melakukan hal sekonyol itu. Apa hayoo? Aku sering jalan ke arah hulu, lumayan jaraknya, antara 100 sd 200 meter. Di arah hulu aku turun ke sungai, dan dengan nekat, aku ikut arus sungai dan berakhir di tempat asal. Yach itulah kenyataan yang bisa emmbuat aku bisa renang.

The second true story. 04-12-20

Saturday, December 5, 2020

TERIMA KASIH GURUKU

Penulis: Kak Indah Nur Rohmawati Wahidah



Guru selalu membantu kita kalau ada masalah. Karena itulah, kita harus menghormati dan mendengarkan guru. Guru bisa saja marah. Tapi, waktu marah itu, bukan berarti guru tidak menyayangi kita atau tidak peduli pada kita. Tahun lalu, saat aku masih kelas 3 SD, guru wali kelasku adalah Pak Tegar dan Ibu Deddy. Tahun ini, aku sudah naik kelas empat. Guru wali kelasku sudah tidak sama lagi. Saat awal masuk kelas empat, guru wali kelasku memperkenalkan dirinya. Namanya Ibu Ika. Dia mengajar pelajaran matematika. Ibu Ika tidak hanya mengajar di kelasku, tapi juga di kelas lainnya. Guru Bahasa Inggris aku adalah Ibu Suci. Kalau guru Bahasa Indonesia aku adalah Pak Danu. Ibu Suci dan Pak Danu juga mengajar di kelas lainnya.

Pelajaran tahun ini sangat sulit dibandingkan tahun lalu. Tapi, guruku selalu menerangkan terus menerus sampai kami mengerti pelajarannya. Guruku selalu membantu kami kalau ada masalah. Misalnya, kalau salah satu dari kami ada yang merasa sakit atau tidak nyaman, ibu bapak guru akan segera membawa kami ke Unit Kesehatan Sekolah, atau sering disingkat UKS. Kita harus menghormati bapak ibu guru karena mereka selalu menjaga kita saat di sekolah.

Setiap guru pasti mempunyai peraturan di kelas. Kami harus mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh guru kami. Tapi, masih masih ada saja beberapa murid yang tidak mau mematuhi peraturan itu. Misalnya, kami tidak boleh berlari dan bermain di kelas, tapi masih ada yang berlari dan bermain di kelas. Hal itu memyebabkan murid-murid yang lain bisa terganggu dalam belajar. Kalau kami tidak mematuhi peraturan, guru kami bisa marah. Guru kami marah bukan karena guru kami tidak menyayangi atau tidak peduli, tapi karena mereka menyayangi kami dan ingin kami menjadi murid yang lebih baik. Waktu kami tidak mematuhi peraturan, guru kami memberi kami peringatan. Tetapi, biasanya kami masih saja melakukan hal yang sama, tetap tidak mematuhi peraturan. Seharusnya kami selalu mematuhi peraturannya agar kami tidak mendapat peringatan.

Di sekolah kami, juga terdapat banyak peraturan. Salah satunya adalah kami harus menjaga kelas dan area sekolah lainnya bersih dan rapi. Setiap hari ada beberapa murid yang ditugaskan untuk merapikan dan membersihkan kelas. Ada yang ditugaskan untuk merapikan buku, merapikan meja dan kursi, dan ada yang ditugaskan untuk memastikan laci murid-murid sudah bersih. Dengan itu kami sudah membantu guru kami dan juga membantu petugas kebersihan sekolah untuk membersihkan dan merapikan kelas.

Di sekolahku ada banyak pelajaran. Ada pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Science, Social Studies, Kesehatan, Matematika, Kesenian, Musik, Agama, Komputer, dan Olahraga. Setiap pelajaran selalu ada guru yang mengajari kami tentang pelajarannya dengan cara yang mengasyikan. Setiap pelajaran juga selalu ada ujian dan ulangannya. Guru kami selalu menyiapkan lembar pekerjaan sebelum ujian atau ulangannya dimulai.

Guru kami telah melakukan banyak hal untuk kami, agar kami menjadi pintar dan lebih baik. Karena itu, kami harus berterima kasih kepada guru kami. Sebenarnya, guru kami sudah merasa sangat senang kalau kami menjadi murid yang baik. Jadi, untuk membanggakan guru kami, setiap murid harus menjadi murid yang baik. Semua guru yang mengajariku adalah guru idolaku. Karena, semua guru telah melakukan segala hal yang terbaik untukku dan teman-temanku. Mereka sudah menjaga kami. Mereka juga sudah menjadikan kami murid yang lebih baik. Terima kasih guru-guruku

Friday, December 4, 2020

RINDUKU SEMU

Penulis: Kak Listari


Duapuluh tiga hari berlalu
Tiada canda ataupun guraumu
Derap kakimupun membisu
Lenyap bersama bayangmu

Sahabat setiaku
Adakah rindu di relung hatimu

Ingin ku jabat erat tanganmu
Menikmati senyummu
Mendengar gelegar tawamu
Merasa cubitan manjamu

Namun sahabatku
Rinduku masih semu
Menunggu dan menunggu
Sampai tiba waktu

Lies, 070420

Thursday, November 26, 2020

TKK DAN SKK PENYANYI

Gambar TKK Penyanyi

Untuk Golongan Siaga
Seorang Pramuka Siaga harus:
1) dapat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (bait I) dan salah satu lagu:
- Ibu Kita Kartini
- Bagimu Negeri
- Satu Nusa Satu Bangsa
2) dapat menyanyikan 5 lagu Pramuka dan 3 lagu daerahnya sendiri,
3) dapat menyanyikan notasi lagu-lagu tersebut butir 2).

Untuk Golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membaca not angka dan tahu tanda-tanda serta istilah not angka,
b) dapat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (3 bait), 3 lagu Indonesia lainnya, dan 3 lagu Pramuka,
c) dapat menyanyikan sebuah lagu, baik suara pertama maupun suara keduanya,
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
d) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Penyanyi.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penyanyi Tingkat Purwa,
b) dapat membaca dan menuliskan not angka, dengan menggunakan tanda-tanda dan istilah-istilah not angka,
c) dapat menyanyikan:
- 3 buah lagu Indonesia (lagu lama/klasik atau lagu baru/populer, baik secara perseorangan/solo, maupun dalam paduan suara/koor),
- 3 buah lagu Pramuka, dan
- 3 buah lagu daerahnya sendiri,
d) dapat mencari nada suara dengan garpu tala (stemvork) atau peluit nada (stemfluit) dan menggunakannya.
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) mengenal beberapa nama, sedikit riwayat hidup dan karya komponis-komponis Indonesia.
f) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Penyanyi Tingkat Purwa.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penyanyi Tingkat Madya,
b) dapat menyanyikan:
- 3 buah lagu Indonesia (jenis lagu mayor, lagu minor, baik secara perseorangan/solo, maupun dalam paduan suara/koor),
- 3 buah lagu Pramuka (satu di antaranya lagu asing/luar negeri),
- 3 buah lagu daerahnya sendiri,
c) dapat membaca not balok (notenbalk) dan tanda-tanda/istilah not balok,
d) dapat mengubah/aransemen suara kedua (tweede stem) dari sebuah lagu Indonesia.
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) mengenal beberapa nama dan karya komponis-komponis tingkat internasional,
f) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Penyanyi Tingkat Madya

Wednesday, November 25, 2020

HAPPY TEACHER DAY

Penulis: Sherilla Febrinna Wilujeng
Di relung terdalam, aku juga pernah sadar
Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar
Mengalirkan bakti tanpa ingkar
Demi negeri agar tidak buyar

Guruku
Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka
Engkau adalah pelita terang, saat kau mampu berkelana
Merangkul seluruh siswa tanpa pilah cinta
Bercengkerama bak sohib dan tetap beretika

Terima kasih ku ucapkan
Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan
Si petutur ilmu dari gurutan awan
Penuh kasih nan tulus selalu kau berikan

Guruku
Kau adalah jingga, sosok inspiratif dalam senja
Kau selayaknya surya, penerang untuk generasi bangsa
Dan kau ibarat gerimis kiranya
Yang nanti menangis melihat kami sukses dengan bangga

Menjadi GURU bukanlah sekedar pekerjaan
Melainkan PELUKIS MASA DEPAN

Tuesday, November 10, 2020

SIAPA PAHLAWANMU? (Menurut Kakak-Kakak)

Selamat Hari Pahlawan Nasional 10 November 2020. Kemarin kami mengadakan survey ke beberapa kakak Pramuka SMP Ngeri 2 Balen Bojonegoro tentang beberapa hal terkait Pahlawan. Survey tersebut berupa pertanyaan yang kami ajukan secara online. Pertanyaan pertama adalah apa pengertian Pahlawan menurut kakak?, pertanyaan kedua adalah siapa pahlawan bagi hidup kakak? Mengapa beliau menjadi pahlawan kakak?, dan pertanyaan terakhir adalah Apakah kakak ingin jadi pahlawan? Jika iya, pahlawan bagi siapa?. Berikut ini rekapan survey kami, selamat membaca…

Namaku Kak Sukma Rizki Kusuma. Pengertian pahlawan menurutku adalah pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Bagiku, kita semua diciptakan untuk menjadi pahlawan. Kalaupun bukan pahlawan untuk bangsa, kita adalah pahlawan untuk diri kita masing-masing ataupun yang lebih dekat adalah pahlawan untuk keluarga. Aku ingin jadi pahlawan untuk negeri Indonesia.

Namaku Kak Veronica Chandra Januardi. Menurutku, Pahlawan adalah orang yang rela melakukan apapun demi kita dengan bertaruh nyawanya, melewati tantangan demi tantangan hanya dengan cinta dan kasih sayang yang disertai perencanaan dan kalkulasi yang matang yang dapat membuat prosesnya sukses. Pahlawan bagi hidupku Ibu dan Ayah, karena mereka rela bertaruh nyawa demi kita. Sosok ibu melahirkan dengan taruhan nyawa -bertaruh nyawa- menderita rasa sakit sampai membesarkan kita. Sosok ayah harus banting tulang menghidupi keluarga, menjadikan siang menjadi malam, menjadikan malam menjadi siang, tanpa kenal lelah itulah sosok ayah. Aku ingin jadi pahlawan bagi Ibu dan ayah.

Namaku Kak Indah Nur Rohmawati Wahidah. Menurutku, Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Namun, seiring berjalannya waktu, arti kata “pahlawan” kini berkembang. Pahlawan tidak lagi hanya diasosiasikan dengan perjuangan dalam peperangan di jaman kolonialisme. Namun, nilai-nilai perjuangan kepahlawanan dapat tercermin dari seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Setiap orang memiliki makna kepahlawanan sendiri-sendiri dan memiliki pahlawan dalam hidup mereka. Aku ingin jadi pahlawan demi bangsa dan negara terutama pahlawan bagi ibuku. 

Namaku Kak Siti Afifatul M. Menurutku pengertian pahlawan adalah seseorang yang memiliki jiwa pemberani untuk membela kebenaran atau suatu bangsanya. Mereka adalah para pahlawan yang telah rela berkorban dan berani melawan dan mengusir para penjajah demi harkat dan martabatnya sebagai kesatuan dari sebuah bangsa serta memberikan kemerdekaan bagi negaranya. Aku ingin jadi pahlawan bagi bangsa dan negara.

Namaku Kak Fitri Intan Fabela. Menurutku, Pahlawan itu tanpa tanda jasa dan membela kebenaran. Pahlawan bagi hidupku adalah bapak, karena beliau rela berkorban demi anak-anaknya, panas hujan tiada kata lelah.

Namaku Kak Aura Rozida Fitriana. Pengertian Pahlawan menurutku adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau sosok orang yang rela nyawanya melayang demi suatu alasan. Pahlawan bagi hidupku adalah Orang tua, karena orang tua merupakan salah satu inspirasi hidup kami meraih segala mimpi yang kami dapatkan di masa kini. Aku ingin jadi pahlawan bagi orangtua, negara, dan bagi semua orang.

Namaku Kak Listari. Menurutku, pengertian pahlawan adalah orang yang berkorban tanpa pamrih. Pahlawan bagi hidupku adalah orang tuaku. Perjuangan mereka yang tidak kenal lelah, mengantarkan aku seperti sekarang ini. Aku ingin jadi pahlawan untuk keluarga, anak didik, lingkungan, bangsa dan negara.

Namaku Kak Choirul Anam. Menurutku pahlawan adalah orang yang rela berkorban untuk membuat orang lain bahagia. Pahlawan bagi hidupku yang pertama adalah orang tuaku karena telah merawatku dengan penuh kasih saying dan kedua adalah Isteriku (Almh) karena telah mau hidup bersamaku sampai akhir hidupnya dan memberiku dua bidadari kecil yang cantik. Aku ingin jadi pahlawan bagi dua bidadari kecilku (anak-anakku).

Demikian jawaban dari beberapa kakak Pramuka SMP Negeri 2 Balen atas 3 pertanyaan yang kami ajukan. Kalau jawaban dari kakak pembaca bagaimana ya? dapat ditulis di kolom komentar ya kak…


HARI PAHLAWAN NASIONAL DAN PIDATO BUNG TOMO

Penulis: Kak Choirul Anam

Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Hari Pahlawan Nasional ditetapkan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Hari ini adalah Peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-61. Peringatan ini untuk mengenang Para Pahlawan yang gugur dalam medan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Gelar Pahlawan tidak hanya untuk yang berseragam prajurit saja, tetapi juga seluruh warga Indonesia yang gugur dalam pertempuran heroik tersebut. Pada peristiwa heroik tersebut, terkenal seorang pemimpin laskar yang menjadi pengobar semangat untuk pertempuran melawan penjajah. Beliau dikenal dengan nama Bung Tomo (nama aslinya Soetomo). Beliau mengobarkan semangat dengan senjata mikrofon pada pancaran Radio Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia dan pidato beliau berhasil mengobarkan arek-arek Surabaya. Masih ingat bagaimana pidato beliau? Kami share kembali pidato beliau untuk mengenang semangat yang berkobar pada waktu itu. Berikut pidato beliau:

Bismillahirrohmanirrohim…

Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semuanya telah mengetahui.

Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,

menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.

Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.

Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,

Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,

Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,

Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.

Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.

Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.

Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.

Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.

Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.

Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,

dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.

Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.

Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Dengarkanlah ini tentara Inggris.

Ini jawaban kita.

Ini jawaban rakyat Surabaya.

Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.

Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah

Yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih

Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!

Tetapi saya peringatkan sekali lagi.

Jangan mulai menembak,

Baru kalau kita ditembak,

Maka kita akan ganti menyerang mereka itu, kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.

Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,

Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara.

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!


Sumber teks pidato: www.merdeka.com

PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...