Dokumentasi Kegiatan-kegiatan Pramuka Gudep 04.107/04.108 Pangkalan SMP Negeri 2 Balen Bojonegoro Jawa Timur
Sunday, January 10, 2021
SAJAK TENTANG PENDIDIKAN
Saturday, January 9, 2021
APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU
Friday, January 8, 2021
PUISI: BUKU
Thursday, January 7, 2021
Puisi tentang Pendidikan Indonesia
Wednesday, January 6, 2021
Puisi tentang Lingkungan Sekolah
Tuesday, January 5, 2021
PENOLONG DALAM KEGELAPAN (GURU)
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas walaupun kening dan pipi mereka sudah mulai memancarkan kekusutan dari raut wajahnya.
Wahai guruku…
Kau telah memberi warna pelangi di dalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan.
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datang.
Kau mengajarkan yang awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan, orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu.
Guru…
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian,
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar,
Tak banyak serumpun do'a yang kami panjatkan,
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadilah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH,
Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta.
Sinar pagi membelah bumi,
Sang pengabdi berjalan menenteng lambaran ilmu,
Bersamanya ada lautan pengetahuan,
Yang akan tersiram kepada para pencari wawasan.
Guru…
Dalam lenguh segalah perihmu,
Engkau tetap tersenyum menahan pilu,
Dalam perih segalah sakitmu,
Kau berjalan menuntun kami menjadi generasi berilmu.
Di pundak kami,
Ada harapan Ayah dan Ibu,
Ada cita - cita menggapai indah masa depan,
Dan engkau Wahai Guru,
Mengangkat pundak kami,
Dan meyakinkan kepada Kami,
"Kalian Pasti Bisa".
Monday, January 4, 2021
KUMPULAN KATA MUTIARA: PENYEMANGAT, MOTIVASI, DAN CINTA
Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
Hargai dia yg membencimu, karena dia adalah penggemar yg telah menghabiskan waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu.
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.
Jangan bandingkan orang yg mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yg kini berusaha membuatmu bahagia.
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
Sunday, January 3, 2021
TAHUN BERGANTI
Tahun lima belas
Akan menjelma
Rupa
Lukiskan laksya atma
Walau tertatih
Akhirnya
Menutup lembar wistara
Pada Desember
Bahagia
Pada gelapnya angkasa
Dengan suara
Menggema
Harapan tereja bersama
Astama menyerta
Semoga
Saturday, January 2, 2021
DOA DI AKHIR TAHUN (Late Post)
Wednesday, November 11, 2020
HUMOR EDUKATIF
Tuesday, October 27, 2020
UNTUNG NABINYA BUKAN ANTUM
Dikutip oleh : Kak Puji Hartono
Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang
Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang
punya prinsip
"Buat Mudah jangan buat sulit!".
"Gembirakan jangan kau takut-takuti".
"Dekati! Jangan buat lari!".
"Yassiru wa laa Tu'assiruu!",
"Bassyiru wa laa tundziru!" ....
Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu : MEMBID'AH - BID'AHKAN, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri. Coba lihatlah bagaimana Rosululloh SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus. Semua ini, hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh SAW. Antara lain:
Pertama;
Bilal bin Robah setiap kali hadats beliau langsung bersuci. Bilal
juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan. Hal ini
beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri. Tidak
ada petunjuk khusus dari Rosululloh SAW. Lalu bagaimanakah respon Rosululloh
SAW ? apakah Rosululloh berkata : "Hai Bilal engkau telah membuat kreasi
sendiri dalam ibadah”.
Engkau telah berbuat BID'AH ! Engkau telah SESAT ! Nerakalah tempatmu!". Apakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?. Sama sekali TIDAK, Bahkan Rosululloh SAW memuji Bilal, "Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" (diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman)
Kedua;
Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme, Khubaib bin Adi
al-Anshori melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays,
hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya di tiang salib. Sholat yang
dilakukan oleh Khubaib bin Adi ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh
para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang orang
kafir. (silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan
al-Bukhori dan Ahmad).
Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib muncul dari inisiatifnya
sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan
mulia. Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat. Rasululloh SAW tidak
pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu, misalnya Rasululloh SAW
memerintahkan "Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh
orang-orang kafir!".
Tidak! .... Nabi SAW tidak mengajarkannya. Lalu apakah Rasululloh
SAW kemudian berkata seperti perkataan orang WAHABI Apakah Nabi SAW menyesatkan
Khubaib sebagaimana wahabi menyesatkan saudaraya sendiri..!! Apakah setelah
Nabi mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib kemudian beliau berkata "Khubaib
telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... Tidak! Sekali lagi Tidak!...Beruntung
sekali Khubaib Bin Adi.
Ketiga;
Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba',
setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat
al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain. Jadi surat apapun yang
Ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas. Hingga
berita ini sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat
yang menjadi imam itu, Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?,
apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat
itu menjawab, "Sungguh aku mencintai surat itu". Lalu Nabi SAW
berkata,"Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga". (lihat fathul
Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati). Masya
Allah ...inilah Nabi kita.
Lihatlah!!! ..... Apakah Nabi langsung melotot, sambil teriak, "SESAT
KAU!!", "BID'AH KAU!", "Engkau telah membuat hal-hal baru
dalam agama, engkau melakukan sesuatu yang tidak aku contohkan, yang tidak aku
ajarkan!!!" Tidak..sekali lagi Tidak... bahkan Nabi SAW berkata, "Apa
yang kau cintai akan membawamu ke surga".
Keempat;
Qotadah bin Nu'man, sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar, setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi. Dan bagaimanakah tangapan Nabi? Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? . Apakah Nabi mengatakan "jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya". Apakah Nabi berkata, "Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!. Malah sebaliknya Rasulullah SAW dengan lembut dan motivasi yang tinggi beliau berkata " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an” beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man
Kelima;
Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali orang Wahabi yang hobi membid'ahkan. Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud). Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan Wahabi, Engkau melakukan Ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau!.... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz. Dan sampai sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal. ALHAMDULILLAH, Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. sebenarnya masih banyak sekali ibadah2 yang tidak di ajarkan sama Nabi tapi tidak menyimpang dari Ajaran Nabi. Wallahu a'lam
PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA
Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...
-
Berkebun adalah salah satu kegiatan yang bisa kakak-kakak lakukan di rumah. Manfaat berkebun sangat banyak, diantaranya : menghasilkan buah-...
-
Gambar TKK Pemimpin Menyanyi (Dirigen/Conductor) Salam Pramuka! Salam untuk kakak-kakak semua, semoga sehat selalu. Aamiin… Kakak, hari ini ...
-
Gambar TKK Pelukis Untuk Golongan Siaga Seorang Pramuka Siaga harus: 1) dapat mengenal gambar seorang tokoh nasional atau tokoh pelukis Indo...






