Showing posts with label Puji Hartono. Show all posts
Showing posts with label Puji Hartono. Show all posts

Sunday, January 10, 2021

SAJAK TENTANG PENDIDIKAN

Penulis: Kak Puji Hartono


Pendidikan merupakan senjata yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.
Pendidikan yang sejati akan melahirkan harapan baru.
Semakin banyak yang kamu baca,semakin banyak yang kamu tahu. Semakin banyak kamu tahu, akan semakin sering kamu belajar. Semakin banyak belajar akan semakin berilmu. Semakin berilmu, makin banyak relasi. Semakin banyak relasi maka akan semakin mudah bagi kita untuk sekedar mengelilingi dunia ini.
Saya bukan orang pintar, namun saya telah mengenal, menerima, dan memikirkan banyak sekali pertanyaan.
Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, ia adalah hidup itu sendiri.
Ceritakan kepadaku, maka aku akan lupa. Ajarkan aku, mungkin aku bisa mengingatnya. Ajak dan libatkan lah aku, maka aku akan belajar.
Kulit dari pendidikan itu memang pahit, namun buahnya sangatlah manis dan aromanya wangi.
Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kebebasan.
Tujuan utama dari pendidikan adalah mengubah JENDELA menjadi PINTU.
Filosofi dari pendidikan saat ini akan menjadi filosofi pemerintahan di masa yang akan datang.
Belajarlah dari masa lalu jika kita ingin mendefinisikan masa depan.
Saya telah belajar segala sesuatu dari banyak kesalahan. Satu-satunya hal yang tidak saya pelajari adalah BERHENTI membuat kesalahan-kesalahan itu.
Dengan mencari dan berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru.
Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan.
Perpustakaan adalah surga bagi para pembaca.
Bagian terbesar dari pendidikan adalah apa yang kita dengar, kita lihat, dan kita rasakan, dan kita alami setiap saat bukan berasal dari pelajaran yang kita dapat dari dalam kelas.
Aku akan meraih pengetahuanku, apakah itu dirumah, disekolah, dikampus, dikantor,atau dimanapun aku berada.
Seribu kali lebih baik bagi kita memiliki kepekaan tanpa pendidikan daripada berpendidikan tetapi tidak peka.
Data bukanlah informasi, informasi bukanlah pengetahuan, pengetahuan bukanlah pemahaman, dan pemahaman bukanlah kebijaksanaan.
Pendidikan adalah bagaimana kita bertahan ketika kita lupa terhadap apa yang telah kita pelajari.
Saya tidak bisa hidup tanpa buku.
Kebijaksanaan bukanlah dilihat dari usia, tapi dilihat dari pengalaman dan pengetahuannya.
Satu-satunya penghalang tentang dunia ini adalah pengetahuan tentang dunia itu sendiri.
Pendidikan bukanlah pengganti kecerdasan.
Kita bisa saja tahu sebutan untuk guru dalam berbagai jenis bahasa, tetapi kita tidak akan benar-benar tahu seperti apa guru itu sebelum kita melihat apa yang dilakukannya.
Hal yang paling baru di dunia ini adalah sejarah yang tidak kau ketahui.
Pendidikan tetaplah pendidikan. Kita harus belajar apapun, kemudian memutuskan mana yang akan kita ikuti. Karena pendidikan bukanlah persoalan hitam atau putih, barat atau timur, pendidikan adalah manusia itu sendiri.
Tinta seorang yang berpengetahuan lebih suci daripada darah seorang martir.
Satu-satunya kegagalan didunia ini adalah ketika kita berhenti untuk belajar.
Belajar adalah hiasan dalam kemakmuran, perlindungan dalam kesulitan, dan tunjangan dimasa tua.
Akhlak yang baik akan mampu membuka pintu kesuksesan yang tidak bisa dibuka oleh pendidikan.
Hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi, karena semakin seorang paham perbedaan, dia akan paham makna kebersamaan.
Pendidikan seseorang takkan sempurna sampai kematian mendatanginya.
Jika tindakan kita menginspirasi banyak orang maka lakukanlah sebanyak mungkin kebaikan dan belajarlah dengan lebih tekun karena kita adalah penerang dalam jalan impian mereka.
Jangan pernah mencari-cari kesalahan namun temukanlah cara untuk memperbaiki kesalahan itu.
Jadikanlah karakter kita layaknya air, siapapun, apapun, dan sampai kapanpun akan terus dibutuhkan.
Kualitas keilmuwan seseorang bukan dilihat dari tinggi dan banyaknya title pendidikannya, namun lihatlah pembawaannya, bagaimana ia berkata dan bertindak.
Mereka yang akan selalu dikenang didunia ini adalah mereka yang menjadi penerang dalam hidup, panutan dalam berkata, dan contoh dalam bertahta. Merekalah orang orang dengan karakter terbaik.
Sikap dan karakter adalah dua.

sumber foto: its.ac.id

Saturday, January 9, 2021

APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Sampai kini saya tidak tahu,
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu,
Dapat menyambung lambungku, 
Istriku dan anak-anakku,
Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku,
Kuhabiskan di meja pendidikan,
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan,
Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah,
Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan,
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku,
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang,
Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta,
Apa kabar pendidikan negeriku,
Adakah kini kau sudah berbenah,
Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah,
Dan masa depan nan cerah?

sumber foto: timesindonesia.com

Friday, January 8, 2021

PUISI: BUKU

Penulis: Kak Puji Hartono


Buku...
Kau tempatku menabur ilmu...
Kau jendela di hidupku...
Kau tempatku goreskan jutaan pena...
Namun, terkadang orang mengabaikannya...
Kau tertumpuk deraian debu...

Buku ...
Kau tempatku berbagi rasa....
Meski engkau hanya diam membisu...
Lembaran demi lembaran yang terisi...
Tertancap keindahan ilmu menawan...
Terselip kata demi kata...
Yang mengisi hari-harimu...

Buku...
Kau tempatku goreskan pena...
Goresan pena kini tertancap di badanmu...
Jutaan kata kini terlukis di badanmu...
Kau tempatku lukiskan keindahan...
Kau tempatku berbagi kesakitan....

Buku...
Kau yang mengajariku arti kehidupan...
Tiada pantas hidup ini kulewati…
Tanpa engkau di sisiku...
Kau guru yang hanya bisa diam membisu...
Namun, kau memberikan jutaan ilmu yang tersimpan di setiap lembaran...

sumber foto: pinterpandai.com

Thursday, January 7, 2021

Puisi tentang Pendidikan Indonesia


Jauh disana,
Mereka tak mengenal angka
Bahkan hurufpun mereka buta
Kita disini menikmati gemerlap dunia
Lupa bahwa ada yang tengah dilanda kebodohan nyata

Di sana, sangat jauh disana
Mereka berjalan menyusuri hutan
Menerjang sungai
Tuk sekedar duduk di rumah reyot
Menanti guru memberi curahan ilmu

Di sini,
Bahkan jarak tak lagi berjarak
Kuda mesin menjadi pengantar setia
Bahkan disini,
Gedung megah bertingkat mewah
Namun kian tak beradab

Wahai Indonesiaku
Wahai para wakil wakyat
Kapan kalian mewakili kami
Saat kami tertatih demi mengerti bahasa
Saat kami tersingkir karena sarana
Kalian lihai memainkan kata
Menipu angka
Membawa hak kami kedalam perut kalian

Neraka menjadi akhir kalian
Yang tega bersenang dengan harta kami
Hingga kami tersusah di terjang kemiskinan
Pendidikan macam apa ini
Yang terdidik justru menghardik
Yang pintar justru semakin liar
Dan yang papa kian tak tersuarakan

Bagaimana kawanku, inilah Indonesia, dengan berbagai kekayaan alamnya. Pendidikan Indonesia masih juga tak bisa dioptimalkan. Yang duduk di kursi nyaman justru tertidur ketika rapat paripurna.Yang mengelola harta kita justru menggunakannya demi kekayaan semata.

sumber foto: film laskar pelangi

Wednesday, January 6, 2021

Puisi tentang Lingkungan Sekolah

Penulis: Kak Puji Hartono


Lambat menjalar waktu
Suasana hening dalam kekhusu'an menggali ilmu
Sekolahku, gudang ilmuku
Perantara Tuhan dan Kewujudan Alamku

Engkau semakin reot
Tapi ilmu yang menjadi isimu
Tak pudar dengan segala rintangan
Meski berbilik kayu berlantai tanah
Engkau tetap menjadi tempatku mengabdi ilmu

Wahai yang disana
Yang duduk mewakili  rakyat ( Katanya )
Lihatlah kami disini
Menahan dingin saat angin menerpa
Menahan dingin saat air membanjir mengalir

Wahai yang duduk di atas pangkat
Cobalah tengok rakyatmu disini
Kemana guru - guru kami
Yang lama tak kau gaji
Kemana suasana nyaman belajar
Saat kami ingin impian dapat kami kejar
Dimana pendidikan kalian
Atau tahta telah melupakan janji - janji
Hingga kemudian para siswa mati
Dalam kebodohan dan kejahilan

sumber foto: jurnalistiwa.co.id

Tuesday, January 5, 2021

PENOLONG DALAM KEGELAPAN (GURU)


Sosok yang tanpa mengenal lelah.
Sosok yang menindas perlakuan kasar yang dilontarkan siswa-siswi kepadanya.
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas walaupun kening dan pipi mereka sudah mulai memancarkan kekusutan dari raut wajahnya.
Wahai guruku…
Kau telah memberi warna pelangi di dalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan.
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datang.
Kau mengajarkan yang awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan, orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu.
 
Guru…
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian,
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar,
Tak banyak serumpun do'a yang kami panjatkan,
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadilah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH,
Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta.
 
Sinar pagi membelah bumi,
Sang pengabdi berjalan menenteng lambaran ilmu,
Bersamanya ada lautan pengetahuan,
Yang akan tersiram kepada para pencari wawasan.
 
Guru…
Dalam lenguh segalah perihmu,
Engkau tetap tersenyum menahan pilu,
Dalam perih segalah sakitmu,
Kau berjalan menuntun kami menjadi generasi berilmu.
 
Di pundak kami,
Ada harapan Ayah dan Ibu,
Ada cita - cita menggapai indah masa depan,
Dan engkau Wahai Guru,
Mengangkat pundak kami,
Dan meyakinkan kepada Kami,
"Kalian Pasti Bisa".

sumber foto: salamadian.com

Monday, January 4, 2021

KUMPULAN KATA MUTIARA: PENYEMANGAT, MOTIVASI, DAN CINTA

Penulis: Kak Puji Hartono

Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya.
 
Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
 
Hargai dia yg membencimu, karena dia adalah penggemar yg telah menghabiskan waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu.
 
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
 
Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.
 
Jangan bandingkan orang yg mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yg kini berusaha membuatmu bahagia.
 
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.
 
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.

Sunday, January 3, 2021

TAHUN BERGANTI

Penulis: Kak Puji Hartono

Detik merangkak mengintai pergantian
Tahun lima belas
Akan menjelma
Rupa
 
Butir kata merangkai cerita
Lukiskan laksya atma
Walau tertatih
Akhirnya
 
Nadi kaharsa mengalir indahnya
Menutup lembar wistara
Pada Desember
Bahagia
 
Bunga api akan membara
Pada gelapnya angkasa
Dengan suara
Menggema
 
Lembar baru akan terbuka
Harapan tereja bersama
Astama menyerta
Semoga

Saturday, January 2, 2021

DOA DI AKHIR TAHUN (Late Post)

Penulis: Kak Puji Hartono

Tuhan
Ampuni aku
Ku selalu sombong
Berjalan menurut kemampuan diri
Tuhan
Jangan biarkanku
Dalam kekuatan sendiri
Hanya KuasaMu terjadi padaku
Tuhan
Lindungi keluargaku
Jaga anak anakku
Aku hanya berserah padaMu
Tuhan
Aku bersujud
Hanya kehendakMu terjadi
Hidupku di tahun baru

Wednesday, November 11, 2020

HUMOR EDUKATIF

Penulis: Kak Puji Hartono

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Pramuka 
Tetap semangat 
Semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..


Okey..
Pagi ini kakak akan berbagi tentang kisah seorang pramuka yang patuh kepada kakak pembina. Akan tetapi kisah ini hanya sebuah kisah humor yang untuk sekedar pemberi motivasi humor di dunia pramuka kita Gudep SMPN 2 BALEN tercinta.

Mendengar kisah humor atau kisah - kisah komedi merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa setres. Dengan mendengarkan kisah humor, mungkin pikiran kita bisa kembali menjadi fresh kembali. Nah untuk kakak - kakak dan adik - adik yang sedang jenuh dan bosan dengan segala rutinitas, yuk mari kita simak dan baca dengan seksama kisah dari kak puji ini.

Selamat membaca
Semoga terhibur..

Dulu sekitar tahun 2010 ada dua anggota Pramuka baru, namanya Boni dan Bejo, di saat tengah mengikuti sebuah kegiatan perkemahan dalam rangka pelantikan keanggotaan di kawasan Hutan Jati, dekat dekat perbatasan Bojonegoro dan nganjuk. Mereka ditemani seorang kakak pembina yang akrab di panggil kak Anam

Saat diminta mencari kayu bakar untuk menanak nasi, tiba - tiba Bejo lari sambil berteriak ketakutan.

Bejo : "kak lapor, kak!" ujarnya sambil berusaha mengatur nafas yang ngos-ngosan

Kak anam : " tenang dulu, ada apa?"
Bejo : " Anu, Si Boni kak.. Si Boni digigit ular Kak. Digigit ular di tengah hutan."

Kak Anam: "Apa???  Cepat Bejo kamu kembali kesana. Selamatkan teman kamu si Boni segera. Caranya, kamu ikat bagian tubuh Boni yang digigit ular itu.
Jangan lupa, ikat yang kencang biar racunnya tidak menyebar ke seluruh bagian tubuh boni.  Kakak akan cari bantuan dari warga sekitar.

Akhirnya..
Sesuai perintah kak Anam, Si Bejo langsung mengambil kain panjang untuk membebat menali luka di tubuh Boni dan segera kembali ke hutan.

Tidak berselang lama, si Bejo kembali lagi menghadap pembinannya (kak Anam)

Bejo : " Kak, lapor kak!"
Kak anam: "Tenang dulu bejooo.. Dokter sedang menuju kemari buat menyelamatkan teman kamu Boni."

Bejo : "Terlambat, kak Terlambat... Si Boni sudah keburu meninggal dunia."

Kak Anam : "Apaaa???(kak Anam sontak kaget dan shock mendengarnya).   Kamu sudah melakukakn pertolongan pertama kan?"

Bejo : "sudah kak. Saya sudah melakukan apa yang kakak perintahkan, dan saya ikat lukanya si Boni dengan kencang kak dan mukanya sampai menjadi biru saking kencangnya ikatan tersebut.

Kak Anam: " Lho... Kenapa kok mukanya menjadi biru???"

Bejo : "iya kak, soalnya yang digigit ular adalah bagian leher Boni. Tadi kata kak Anam harus mengikat bagian luka kencang-kencang biar racunnya gak menjalar kemana-mana."

Kak Anam : "Ya ampun Bejooo....  Kamu nggak pengen dipatok ular juga?"

Dokter yang tak sengaja mendengar percakapan itu pun langsung pingsan. Heheeehehehe...

Catatan buat kalian anggota Pramuka yang baru. Lugu sih boleh-boleh saja tapi nggak seperti yang diatas juga kali yeeee....

Semoga cerita tersebut menghibur dan bermanfaat 

Salam pramuka
Tetap semangat
Dan sukses selalu untuk GUDEP SMPN 2 BALEN
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tuesday, October 27, 2020

UNTUNG NABINYA BUKAN ANTUM

Karya : KH Ahmad Mustofa Bisri / Gus Mus

Dikutip oleh : Kak Puji Hartono

Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang punya prinsip

"Buat Mudah jangan buat sulit!".

"Gembirakan jangan kau takut-takuti".

"Dekati! Jangan buat lari!".

"Yassiru wa laa Tu'assiruu!",

"Bassyiru wa laa tundziru!" ....

Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu : MEMBID'AH - BID'AHKAN, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri. Coba lihatlah bagaimana Rosululloh SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus. Semua ini, hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh SAW. Antara lain: 

Pertama; 

Bilal bin Robah setiap kali hadats beliau langsung bersuci. Bilal juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan. Hal ini beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri. Tidak ada petunjuk khusus dari Rosululloh SAW. Lalu bagaimanakah respon Rosululloh SAW ? apakah Rosululloh berkata : "Hai Bilal engkau telah membuat kreasi sendiri dalam ibadah”.

Engkau telah berbuat BID'AH ! Engkau telah SESAT ! Nerakalah tempatmu!". Apakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?. Sama sekali TIDAK, Bahkan Rosululloh SAW  memuji Bilal, "Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" (diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman)

Kedua;

Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme, Khubaib bin Adi al-Anshori melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays, hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya di tiang salib. Sholat yang dilakukan oleh Khubaib bin Adi ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang orang kafir. (silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan al-Bukhori dan Ahmad).

Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib muncul dari inisiatifnya sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan mulia. Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat. Rasululloh SAW tidak pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu, misalnya Rasululloh SAW memerintahkan "Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh orang-orang kafir!".

Tidak! .... Nabi SAW tidak mengajarkannya. Lalu apakah Rasululloh SAW kemudian berkata seperti perkataan orang WAHABI Apakah Nabi SAW menyesatkan Khubaib sebagaimana wahabi menyesatkan saudaraya sendiri..!! Apakah setelah Nabi mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib kemudian beliau berkata "Khubaib telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... Tidak! Sekali lagi Tidak!...Beruntung sekali Khubaib Bin Adi.

 

Ketiga;

Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba', setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain. Jadi surat apapun yang Ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas. Hingga berita ini sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat yang menjadi imam itu, Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?, apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat itu menjawab, "Sungguh aku mencintai surat itu". Lalu Nabi SAW berkata,"Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga". (lihat fathul Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati). Masya Allah ...inilah Nabi kita. 

Lihatlah!!! ..... Apakah Nabi langsung melotot, sambil teriak, "SESAT KAU!!", "BID'AH KAU!", "Engkau telah membuat hal-hal baru dalam agama, engkau melakukan sesuatu yang tidak aku contohkan, yang tidak aku ajarkan!!!" Tidak..sekali lagi Tidak... bahkan Nabi SAW berkata, "Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga".

Keempat;

Qotadah bin Nu'man, sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar, setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi. Dan bagaimanakah tangapan Nabi? Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? . Apakah Nabi mengatakan "jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya". Apakah Nabi berkata, "Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!. Malah sebaliknya Rasulullah SAW dengan lembut dan motivasi yang tinggi beliau berkata " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an” beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man

Kelima;

Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali orang Wahabi yang hobi membid'ahkan. Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat  kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud). Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW. Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan Wahabi, Engkau melakukan Ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau!.... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz. Dan sampai sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal. ALHAMDULILLAH, Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. sebenarnya masih banyak sekali ibadah2 yang tidak di ajarkan sama Nabi tapi tidak menyimpang dari Ajaran Nabi. Wallahu a'lam


PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...