Friday, November 6, 2020

SYUKURI NIKMAT

Penulis: Kak Listari


Banyak cara orang mensyukuri nikmat
Nikmat luang waktu, nikmat sempat dan nikmat sehat
Demikian juga, aku sebagai salah satu umat
Aku awali pagiku dengan berniat
Mengabdi kepada Allah sang pencipta jagat

Menyongsong sinar matahari yang hangat
Kuraih motor dan berangkat
Pagi.........., jangan sampai terlambat
Menyapa sekolah  dan para sahabat
Dekat tapi tidak berjabat 

Sejenak aku diam dan menata hasrat 
Hasrat bermesraan dengan  lingkungan tanpa syarat

Itulah, salah satu caraku mensyukuri nikmat
Menyentuh, membelai sampah dan rerumputan yang lebat
Semoga Allah meridhoi usahaku yang kuat
Bersih hati, bersih lingkungan dan senantiasa sehat.


Lies, 5-11-2020

Wednesday, November 4, 2020

RADIO DAN AKU

Penulis: Kak Listari


Berawal dari masa kanak-kanak, radio adalah barang yang sangat berarti bagiku. Minggu pagi, aku sering memutar-mutar potensi radio untuk mencari acara kanak-kanak. Suara nyaring ibu-ibu guru TK yang memanggil putra-putri yang akan tampil, bernyanyi, membaca puisi, bercerita atau yang yang lainnya. Sambil komat-kamit tak jelas, mulut kecilku ikut menirukan lagu-lagu yang kebetulan aku kenal. Radio juga pertanda jika aku harus segera bangun pagi jika lagu Indonesia raya sudah mulai di putar. 

Acara lain yang aku tunggu adalah cerdas cermat yang di siarkan secara langsung. Walau hanya suara terdengar, namun aku ikuti dengan sebaik-baiknya. Banyak ilmu yang aku timba dari cerdas cermat tersebut.

Salah satu acara yang hampir tidak ketinggalan adalah tangga lagu-lagu. Baik lagu dangdut maupun lagu pop. Pada acara ini sangat mendebarkan, karena takut lagu favorit akan turun tangga. Tak jarang, aku kecewa karena lagu yang aku andalkan tiba-tiba turun beberapa tangga. Hadeh. Yang paling asyik lagi adalah, acara serial drama. Banyak serial drama yang aku ikuti, salah satunya misteri gunung Merapi. Serial drama yang bisa membawa pendengar larut dalam cerita, menangis, tertawa, marah dan sebagainya.


Semasa SMP, radio adalah sahabatku sepanjang pagi. Betapa tidak, saat SMP aku sekolah di SMP swasta dan masuk siang, sedang teman-temanku banyak yang di SMP Negeri masuk pagi, sehingga sahabat pagiku adalah radio. Mulai bangun tidur aku sudah putar radio. Bersih-bersih sekitar rumah, mencuci pakaian, bantu ibu masak, radio selalu menemani tidak jauh dariku. Lagu-lagu pop yang sering aku dengarkan, hingga aku banyak yang hafal lagu-lagu pop Indonesia saat itu. Mulai dari Betaria Sonata, Meriam Bellina, Jamal Mirdad, Dian Pisesha, Boy Sandi dan masih banyak yang tidak ingat untuk kusebutkan.

Radio juga merupakan petunjuk waktu bagiku. Jika sudah waktunya berita di salah satu stasiun radio, ada siaran berita jam 11, artinya aku harus sudah mulai mandi dan bersiap-siap untuk sholat dhuhur dan berangkat sekolah. 

Kecintaanku terhadap radio, ternyata menurun dari bapakku. Sering ketika aku tertidur, tiba-tiba radio sudah berpindah di kamar ayah. Sebaliknya, sering radio yang di tinggal tidur oleh ayah, aku ambil pelan-pelan. Radio di rumahku memang cuma satu, tapi kami sering bergantian. Ada acara yang sering kami nikmati sekeluarga, yaitu ludruk RRI. Biasanya kalau sudah Jumat malam, radio selalu ayah yang pegang. Yach beliau memutar ludruk RRI dengan kencang, hingga seluruh keluarga bisa mengikuti ceritanya. Namun ada satu acara yang sampai saat ini aku tidak bisa menikmati, yaitu WAYANG. Setiap Sabtu malam, pasti ayah memboyong radio bersama beliau. Kadang-kadang aku tersenyum sendiri, karena radio ada di dalam sarung. Ya di keloni (dipeluk). Mungkin beliau takut kehilangan cerita wayang malam itu.

Cinta radio bukan hanya ayah dan aku saja, ibu dan ibu mertuaku juga pecinta radio. Setiap pagi ketika harus aku tinggal di rumah, untuk kerja, ibu dan ibu mertuaku juga di temani radio. Mereka punya masing-masing. Tak jarang 2 radio terdengar dua-duanya, walau satu kamar. Dan sekarang, ketika ibu harus meninggalkan kami selamanya, radio itu masih aku simpan.


O ya, ada satu acara yang hampir tidak pernah absen, yaitu acara TRIO BURULU, acara komedian dan merupakan potret masyarakat kala itu. Yach...acara TRIO BURULU kepanjangan dari BUnali, RUminah, Lumut, ada di Radio SUSANA, Surabaya. Acara ini sering mengocak perut dengan peran mereka masing-masing.

Singkat cerita, ketika aku tugas di kecamatan Gondang, Radio juga menemani aku di setiap waktu. Tugas di sebuah desa yang jauh dari rumah asalku tanpa suami dan keluarga lain, radio cukup menggantikan mereka sementara. Di wilayah ini radio Wijangsongko Kediri yang paling sering aku putar, karena suara terdengar jelas dan acaranya banyak yang menarik. Seiring perkembangan zaman, radio tergeser keberadaannya, termasuk aku, perlahan-lahan, aku meninggalkannya. Namun demikian, aku masih sesekali memutarnya walau tidak seteratur dulu. Radio sangat berarti bagiku.

Ditulis tanggal 03 November 2020

PANTUN: ANAK PRAMUKA

Penulis: Aura Rozida Fitriana


Melati kuntum tumbuh melata
Tumbuh di pohon cemara
Assalamualaikum mulanya kata
Saya sembah pembuka bicara

Jalan-jalan ke Kota Blora
Kota Blora jalannya basah
Kita adalah anak pramuka
Pantang menyerah pantang susah

Rusa lari ke padang datar
Singa datang tuk mengejar 
Jika ingin tambah pintar
Tentu kita harus belajar

Bermain paku dengan jaka
Bertemu dengan mas wawan
Aku bangga jadi anak pramuka
Belajar disiplin demi masa depan 

Orang dulu suka berburu 
Makan daun sebagai jamu
Anak pandai hormati guru
Itu tanda anak berilmu

Bocor ternyata dari genting
Banyak disana tupai-tupai
Belajar itu sangat penting
Agar cita-citamu bisa tercapai

Tuesday, November 3, 2020

LIMBUNG DI SUPERMARKET (TRUE STORY)

Penulis: Kak Listari

Sabtu siang 31 Oktober 2020, kami merencanakan untuk donor darah di PMI Bojonegoro. Beberapa rencana sudah kami susun, termasuk akan mampir di toko bunga untuk membayar bunga yang sudah di antar ke rumah, tapi belum terbayar, karena tidak ketemu. Persiapan juga sudah dimulai. Mandi, ganti pakaian dan juga menyelipkan sejumlah uang di dompet kecilku. Waktu yang kami tentukan pun tiba, namun rencana tinggal rencana, karena Allah sedang menurunkan Rahmad kepada umatNya, berupa air segar. Langkahpun terhenti, bukan karena tidak rela kena air hujan, tapi semata-mata untuk memanjakan diri.

Selepas Maghrib, aku renda waktu dengan mendengarkan musik dan bernyanyi ala diriku, melalui Starmaker. Ada rasa kurang enak di badan, tidak aku hiraukan. Setelah tunaikan sholat isyak, bergegas aku tarik selimut dan mencoba untuk memejamkan mata. Akupun tertidur. Setelah beberapa lama, aku terjaga. Kala itu ku lihat jam dinding menunjukan 11.40. Ah masih belum larut pikirku. Aku turun dari tempat istirahatku dan melangkahkan kakiku menuju kamar kecil. Karena belum larut, aku kembali ke pulau busaku lagi. Lelap hingga pagi. Dan ketika suara suami membangunkan aku untuk sholat, ada beban yang menahan. Tapi aku tetap berusaha bangkit dan ambil air wudhu lalu sholat. Ada yang aneh di tubuhku, pinggang dan perut terasa kaku, ada sedikit pusing diujung kepala.

Seusai sholat aku buka Hp. Teringat setiap minggu pagi, kami gowes bersama. Gerimis kata salah satu temanku. Aku membalas dengan kalimat kepalaku pusing. Setelah diskusi kecil, di putuskan untuk libur gowes. Aku lega, karena memang gerimis dan kondisi badanku ada yang aneh. Minggu pagi, aku habiskan waktu dengan beres-beres yang berantakan. Singkat cerita, suami yang sudah berangkat tennes lebih dulu di SMPN 5 Bjn, menelpon. Mengajak donor di ajukan jamnya. Ok.

Jam 9.30, aku berangkat ke PMI, dengan sedikit menahan pusing ringan di jidad. Sesampai disana, kutemui suami yang sedang menunggu kedatanganku. Aku juga disambut petugas dengan menyodorkan kertas yang harus saya isi. Dan cek darah pun di lakukan. Alhamdulillah, darah bagus, tekanan darah 139/79. BAGUS. Setelah pengecekan selesai, aku ambil posisi sebelah kiri, karena tangan kananku yang biasa diambil darah, sedang suami baring di posisi kanan karena tangan kiri yang biasa diambil darahnya. Kami sering melakukan donor bareng. Setelah semuanya selesai, suami melanjutkan kegiatan ke SMPN 5 Bjn untuk tennes, sedang aku dan cucu mampir ke bravo, untuk sekedar cuci mata dan beli jajanan ringan.

Aku pilih kue yang kusuka dengan merundukan badan, ketika aku berusaha berdiri, mata terasa berkunang-kunang. Ah....hal biasa, gumamku. Saat itu aku lihat P. Rasmadi bersama istri dan putrinya sedang berbelanja. Aku sapa beliau, karena kebetulan aku yang melihat lebih dulu. Kami bertegur sapa sejenak. Kemudian, say good by. Barang-barang yang kuinginkan sudah cukup, akirnya aku ke kasir. Bravo supermarket benar-benar ramai. Aku antri di deretan keranjang nomer tiga. Di depanku berdiri seorang pemuda yang juga sedang mengantri.

Tiba-tiba pemuda itu menggeser tas belanja ke deretan kedua, hampir bareng dengan aku menggeser ke deretan kedua juga. Nah, percakapan mulai dari sini. Dia tanya rumahku, akupun balas bertanya. Ada tanya jawab yang cukup berarti. Ternyata aku pernah mengenalnya, bahkan dulu sering menggodanya. Dia mas Aris, adik kandung almarhumah mbak Alifah. Mbak Alifah teman ngajar ketika di SMP Islam Kedungbondo tahun I990an. Tibalah mas Aris di depan kasir, saat itu badanku terasa gemetar, seperti mau oleng, mataku gelap, keringat mengucur deras, hingga basah bajuku. Aku seperti gak.kuat berdiri, aku mengeluh lirih dengan mas Aris. Mas mataku kok gelap yaa. Tapi karena mas Aris sedang menurunkan barang di meja kasir, mungkin tidak mendengar keluhku.

Saat itu di otakku masih komentar, masak aku mau pingsan? Ah enggak ah. Tepisku, Tapi aku mulai gak kuat, aku berpegang di tiang dekat kasir, dan aku gak tahu apa yang terjadi. Mungkin di tiang itu aku sudah tidak sadar. Tiba-tiba ada suara lho lho lho dari mas Aris, aku limbung, jatuh di depan kasir. Aku hanya merasakan ada yang menarik tubuhku. Saat itu juga terdengar suara menyebutku. Seperti B. Warto? Aku menoleh, ternyata dari B. Rasmadi suara tersebut. Alhamdulillah ada B. Rasmadi dan Mas Aris yang membantuku. Setelah duduk beberapa saat di depan kasir, saya diajak beranjak mencari kursi untuk istirahat. Pak Satpam juga ikut mencarikan solusi. Aku lihat P. Rasmadi mencoba menelpon suami yang sedang tennes.

Tak beberapa lama, suamipun datang. Dan beberapa saat kemudian, karena saya sudah merasa membaik, B. Rasmadi juga pamit. Aku dan suami meyusul di belakang. Yach, mau tidak mau sepeda suami harus berhenti dulu di parkiran bravo. Aku diantar pulang lebih dulu. Sambil masih menahan mual, sepeda motor melaju ke timur. Dalam perjalanan juga diiringi turunnya air dari langit, menambah sejuk di badan. Alhamdulillah, semua telah berlalu, semua sudah membaik.


True story

Lies, 1 Nopember 2020 

Monday, November 2, 2020

PUISI: CERIAKAN BIDADARIKU

Penulis: Kak Listari


Senja di hari Kamis
Yang seharusnya tersenyum manis
Seketika tetes air mata bak gerimis
Menghujam jantung serasa teriris

Dikau pujaanku yang ramah
Semangatmu terlihat lelah
Biasa tegar kini melemah
Menahan lara seolah pasrah

Tuhan Yang Kuasa
Hanya Pada-Mu ku meminta
Berharap dan berdoa
Kembalikan ceria bunda

Wahai bidadariku yang jelita
Maafkan salah khilaf dan dosa
Kusadari sepenuh jiwa
Baktiku belumlah sempurna

Puisi ditulis pada tanggal 06 April 2020

Sunday, November 1, 2020

PUISI: TERTUNDA

Penulis: Listari


Sudah kurangkai jadwal dan tercatat
Bagda Magrib akan berangkat
Menyumbangkan darah di suatu tempat
Untuk sesama semoga bermanfaat

Namun rencana tinggallah rencana
Air turun basahi bumi tercinta
Jadwal tercatatpun harus tertunda
Mungkin esuk ataupun lusa

MENGUSIR RINDU

Penulis: Listari


MINGGU KE-EMPAT
TIADA TATAP MUKA TIADA CURHAT
TIADA SAPA TIADA JABAT
RINDUKU SEMAKIN BERAT

RINDU SAPAANMU
RINDU SENYUMANMU
RINDU CELOTEHMU
RINDU GURAUANMU

HAI ENGKAU YANG RAJIN DAN YANG MALAS
ENGKAU YANG RAMAH DAN YANG CULAS
YANG LEMBUT DAN YANG TANGKAS
TAK RINDUKAH KAU SUASANA KELAS

KERAS AKU BERPIKIR
GIMANA KU MAMPU MENGUSIR
CORONA YANG TELAH MAMPIR
LENYAP DAN SEGERA BERAKHIR

Puisi ini ditulis pada tanggal 06 April 2020

PENGERTIAN DAN SYARAT PRAMUKA PENGGALANG GARUDA

Penulis : Admin blog Salam Pramuka! Kakak-kakak yang berbahagia, hari ini kami akan bercerita tentang Pramuka Penggalang Garuda. Apa pengert...